Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mutilasi Pacet, Pelaku Gunakan Pisau Dapur hingga Palu Saat Melakukan Aksinya

📅 Selasa, 09 Sep 2025, 12:43 WIB | Oleh:
Mutilasi Pacet, Pelaku Gunakan Pisau Dapur hingga Palu Saat Melakukan Aksinya Doc: ANTARA
Ket. Petugas Polres Mojokerto menunjukkan foto barang bukti pelaku pembunuhan mutilasi di Mojokerto.

MOJOKERTO – Pelaku mutilasi di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur dengan 310 potongan tubuh korban telah terungkap. Yang mengerikan, pelaku menggunakan pisau dapur hingga palu untuk memotong-motong tubuh korban.

Petugas Kepolisian Resor (Polres) Mojokerto, Jawa Timur telah menangkap tersangka kasus mutilasi dengan 310 potongan tubuh korban yang ditemukan di kawasan hutan Pacet, Mojokerto, yang tak lain adalah kekasih korban.

Kepala Polres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto di Mojokerto, Senin (8/9), mengatakan peristiwa pembunuhan tersebut diduga dilakukan oleh tersangka Alvi Maulana (AM) terhadap kekasihnya berinisial TAS.

“Salah satu alasan pelaku AM memilih kawasan Pacet, Mojokerto, Jawa Timur sebagai lokasi pembuangan potongan tubuh korban karena lokasinya sepi,” ujarnya saat konferensi pers di Mapolres Mojokerto.

Ia mengatakan, di Pacet merupakan wilayah pegunungan dengan jalan berliku, jurang yang dalam, serta suasana sepi di malam hari membuat tempat yang dianggap tersangka sebagai lokasi aman untuk menghilangkan jejak.

Saat ini, mengurung saat ini juga menunggu hasil forensik untuk menyatukan potongan tubuh korban serta mengingatkan supaya Pacet tidak lagi dijadikan lokasi pembuangan jenazah.

"Selama satu tahun saya bertugas di sini, sudah empat kali terjadi di wilayah Pacet. Saya pastikan semua pelaku akan kami tangkap," katanya. 

Ia menceritakan, tersangka membunuh TAS di kamar kos Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya dengan menggunakan pisau dapur pada Minggu (31/8) malam, sebelum membuangnya ke berbagai titik di wilayah Pacet, Mojokerto demi menghilangkan jejak.

“Agar tidak terdengar tetangga, tersangka memutilasi korban di dalam kamar mandi,” katanya.

Ihram melamar, tersangka menggunakan berbagai alat, pisau dapur, pisau besar, palu, hingga gunting baja untuk selanjutnya tubuh korban dimasukkan ke dalam tas merah dan kantong plastik.

Ia mengatakan,tersangka kemudian berangkat dengan sepeda motor ke arah Mojokerto dan berhenti di dua titik berbeda dimana di sepanjang Jalan Raya Pacet–Batu, potongan tubuh dilemparkan satu per satu.

“Cara pelaku membuang sambil berjalan membawa tas, kemudian melempar dan bermain dadu di pinggir jalan,” ujarnya.

Ia mengatakan, pilihan lokasi Pacet tidak lepas dari pengetahuan tersangka tentang daerah itu yang terkenal sepi pada dini hari, sehingga kecil kemungkinan aksinya terlihat orang. Namun, justru di situlah jejak kejahatan akhirnya terbongkar. 

Untuk mengumpulkan seluruh bagian tubuh, kata dia, polisi mengerahkan puluhan personel dibantu Satuan Satwa Ditsamapta Polda Jatim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.