Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Muhadjir: Pemerintah Ajukan Kembali Dana Stimulan untuk Penanganan Gagal Panen

📅 Jumat, 23 Feb 2024, 06:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Muhadjir: Pemerintah Ajukan Kembali Dana Stimulan untuk Penanganan  Gagal Panen Doc: kemenkopmk.go.id
Ket. Menko PMK, Muhadjir Effendy.

Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajukan kembali dana stimulan sebesar 200 miliar rupiah lebih untuk penanganan gagal panen bagi petani yang terdampak puso, kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.

"Hal itu dilakukan agar bantuan dapat kembali disalurkan kepada para petani terdampak sebelum Desember 2024, sehingga mereka dapat kembali untuk memproduksi pangan yang menjadi kebutuhan masyarakat," ujar Muhadjir dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Jakarta, Senin (19/2).

Dalam RTM penanganan gagal panen (puso) akibat banjir tahun 2023 ini dihadiri Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala BNPB Suharyanto serta perwakilan Kemendagri, Kemenkeu, dan BPKP.

Muhadjir mengatakan berdasarkan data BNPB tercatat sebanyak 331 bencana banjir atau sekitar 44 persen dari total kejadian bencana yang terjadi pada periode Januari-Maret 2023. Bencana banjir yang melanda di Indonesia pada awal tahun 2023 itu telah mengakibatkan gagal panen di 136 kabupaten/kota di 20 provinsi dengan luas total 5.469 hektare.

Kemudian Presiden Joko Widodo memberikan arahan pada 6 Maret dan 5 April 2023 agar memberikan bantuan kepada para petani yang mengalami gagal panen.

"Menindaklanjuti arahan tersebut, kami telah melakukan RTM pada Mei 2023 dengan hasil bahwa BNPB akan memberikan penggantian biaya produksi gagal panen akibat banjir melalui Dana Siap Pakai senilai 8 juta rupiah per hektare kepada setiap petani," kata Muhadjir.

Namun, hingga akhir 2023 bantuan gagal panen tersebut belum selesai diberikan kepada para petani, maka RTM hari ini memutuskan agar bantuan tersebut kembali dilanjutkan kepada mereka yang terdampak gagal panen.

Untuk 2024, kata Muhadjir, bantuan untuk gagal panen akan dialihkan kepada PT Jasindo atas rekomendasi Mentan, dengan cakupan yang diperluas menjadi 1 juta hektare.

Jika dahulu hanya mencakup sawah yang puso akibat banjir, kini diperluas bagi petani yang mengalami kekeringan akibat El Nino maupun hama.

"Jadi, tidak hanya puso akibat banjir, tetapi juga kekeringan maupun karena hama. Preminya 10 juta rupiah per hektare yang diusulkan oleh Pak Mentan, nanti akan kita bahas lebih lanjut sesuai dengan kesiapan fiskal kita," kata dia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.