Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mentan Minta Satgas Pangan Sisir Daerah dengan Harga Telur Naik

📅 Rabu, 19 Nov 2025, 18:45 WIB | Oleh:
Mentan Minta Satgas Pangan Sisir Daerah dengan Harga Telur Naik Doc: ANTARA/Aria Ananda
Ket. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan keterangan kepada pers di Jakarta, Rabu (19/11).

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta Satgas Pangan menelusuri satu per satu daerah yang melaporkan kenaikan harga telur untuk memastikan tidak ada pihak yang mempermainkan distribusi maupun harga di tingkat pedagang.

"Kami sudah sampaikan Satgas Pangan. Kabupaten-kabupaten yang harganya naik, tolong di sisir, cek satu-satu,” kata Amran usai rapat koordinasi stabilisasi harga ayam dan telur di Jakarta, Rabu (19/11).

Ia menegaskan kenaikan harga telur dalam beberapa hari terakhir bersifat terbatas dan tidak mencerminkan kondisi nasional. Dirinya menilai harga di tingkat peternak masih berada dalam rentang yang wajar dan sesuai acuan pemerintah.

“Ini hanya kenaikan sedikit, masih sedikit. Mudah-mudahan dalam waktu singkat turun,” ujar dia.

Amran menjelaskan sejumlah variabel biaya produksi sudah mulai turun, termasuk harga day-old chick (DOC) yang kini berada pada kisaran Rp11.500 per ekor dari sebelumnya sekitar Rp14.000. Penurunan itu diyakini membantu meredam potensi lonjakan harga di tingkat konsumen.

Dalam rapat tersebut, pemerintah dan pelaku usaha unggas juga menyepakati Harga Pokok Penjualan (HPP) jagung sebesar Rp5.500 per kilogram (kg) dengan kadar air 18–20 persen, serta Harga Eceran Tertinggi (HET) sekitar Rp7.000 per kg untuk menjaga stabilitas biaya pakan.

Amran menegaskan pemerintah akan menjaga stabilitas pasokan dan harga melalui pengaturan suplai DOC, pengendalian pakan, serta penyesuaian produksi untuk mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kita jaga, jangan sampai ada middleman yang mempermainkan situasi,” katanya.

Sebaiknya Anda baca juga:

Sementara itu, Ketua Presidium Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Petelur Nasional Yudianto Yosgiarso mengatakan harga telur di tingkat peternak masih berada di bawah Rp26.000 per kg, atau sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah.

“Kalau ada isu harga telur sampai Rp30.000, itu bukan dari peternak. Kami masih di bawah 26.000,” ujar dia.

Ia mengatakan kenaikan harga di beberapa wilayah luar Jawa lebih banyak dipengaruhi biaya pengiriman, risiko kerusakan, dan distribusi antarpulau, sehingga tidak bisa disamakan dengan harga on-farm di wilayah sentra produksi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.