Menkomdigi Tegaskan: Media Massa Kunci Persatuan Bangsa di Era Digital
📅 Kamis, 02 Okt 2025, 01:30 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Farhan Arda Nugraha
JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menekankan pentingnya peran media massa dan generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus konten negatif di era digital. Dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Meutya mengajak seluruh pihak untuk memerangi hoaks, judi daring, dan disinformasi agar ruang digital tetap aman dan sehat.
“Karena seyogyanya tugas utama dari media massa adalah menjaga persatuan dan kesatuan. Dalam kerangka menjaga persatuan dan kesatuan itu, media saat ini memiliki tantangan yang tidak mudah,” kata Meutya dalam acara "Indonesia Kita: Merajut Kebangsaan Memperingati Hari Kesaktian Pancasila" di Jakarta Selatan, Rabu.
Menurut Meutya, momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Persatuan bangsa bukan sekadar slogan, melainkan perjuangan panjang yang harus terus digaungkan sampai kapan pun.
Oleh karena itu, ia menyoroti derasnya arus konten negatif di ruang digital seperti judi daring, pornografi, misinformasi, hoaks dan juga hal-hal yang memecah persatuan dan kesatuan bangsa.
Pemerintah, kata Meutya, telah berupaya menjaga ruang digital tetap aman dan sehat. Sejak 20 Oktober 2024 hingga saat ini, Kemkomdigi telah melakukan moderasi dengan menurunkan (take down) lebih dari 2,9 juta konten negatif dari berbagai platform daring.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menjelaskan, saat ini jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai sekitar 220 juta orang atau 80 persen dari populasi.
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan besarnya tanggung jawab semua pihak untuk menjaga ruang digital.
“Karena 220 juta penduduk yang aktif di internet menjadi angka yang salah satu tertinggi di dunia. Karena itu, tidak mungkin pemerintah berjalan sendiri,” kata Meutya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, ia mengajak generasi muda untuk ikut serta dalam menjaga ruang digital dari berbagai konten negatif.
“Anak-anak muda, khususnya Gen Z juga kita harapkan bisa turun berperan untuk sama-sama melawan hoaks, sama-sama melawan judi 'online', melawan disinformasi,” kata Meutya.
Meutya juga menekankan pentingnya peran media massa, termasuk televisi, dalam menjaga persatuan di tengah kemajuan teknologi.
Ia meyakini media televisi di tanah air akan terus memberikan tayangan yang sesuai dengan ketentuan hukum, sekaligus mempersatukan dan mencerdaskan masyarakat.
"Teman-teman (media) televisi di tanah air akan berjibaku bersama-sama untuk terus memberikan suguhan (tayangan) yang sesuai Undang-Undang Penyiaran, mempersatukan dan juga mencerdaskan," ujar Meutya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!