Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menkomdigi: Pemerintah Mendorong Partisipasi Perempuan dalam Ekosistem AI

📅 Sabtu, 15 Mar 2025, 13:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkomdigi: Pemerintah Mendorong Partisipasi Perempuan dalam Ekosistem AI Doc: ANTARA
Ket. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat menyampaikan sambutan melalui video singkat dalam acara webinar bertajuk "AI untuk Perempuan: Membuka Peluang Lebih Besar & Bekerja Lebih Efisien" yang digelar secara daring pada Sabtu (15/3/2025).

JAKARTA– Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan komitmen pemerintah dalam mendorong partisipasi perempuan dalam ekosistem kecerdasan buatan (AI) guna menciptakan solusi yang lebih beragam dan mencegah reproduksi bias di masyarakat.

"Pemerintah mendorong partisipasi perempuan dalam ekosistem AI. Data saat ini menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan dalam pengembangan dan kepemimpinan AI masih jauh dari ideal," kata Meutya dalam webinar yang dipantau di Jakarta pada Sabtu (15/3).

"Padahal inklusifitas gender dalam teknologi tidak hanya menciptakan solusi yang lebih beragam, tapi juga memastikan bahwa AI tidak mereproduksi bias yang ada di masyarakat," imbuhnya.

Dalam mewujudkan hal tersebut, Meutya mengatakan bahwa pemerintah akan memperkuat kolaborasi dengan akademisi, pelaku industri, hingga organisasi internasional untuk memastikan perempuan mendapatkan akses dan peluang yang setara dalam industri AI.

Di sisi lain, dia juga menyoroti tantangan dan risiko dari adopsi AI terhadap pekerja perempuan. Menurutnya, otomatisasi yang didorong oleh AI dapat mengancam pekerjaan-pekerjaan yang selama ini didominasi oleh perempuan.

"Jika kita tidak mengambil langkah yang tepat, kesenjangan digital antara laki-laki dengan perempuan bisa semakin melebar," ujar Meutya.

Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya membangun ekosistem AI yang tidak hanya canggih, tapi juga beretika dan inklusif, serta bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Selain meningkatkan keterlibatan perempuan, Meutya mengatakan pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan untuk mendukung transformasi digital yang beretika dan inklusif.

Pertama, pemerintah telah mengesahkan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi untuk menjaga keamanan informasi masyarakat. Selain itu, pihaknya juga menerbitkan Surat Edaran Etika AI yang menekankan pentingnya asas transparansi, inklusifitas, dan non-diskriminasi dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan.

Kedua, pengembangan infrastruktur digital dan literasi AI dengan memperluas akses internet ke seluruh pelosok negeri guna memastikan bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk pemanfaatan teknologi.

"Selain itu, gerakan menjangkau jutaan masyarakat kini diperkuat dengan fokus pada literasi AI, termasuk bagi perempuan dan juga kelompok rentan, agar mereka tidak tertinggal dalam era otomatisasi ini," ucap Meutya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Menlu Marco Rubio Tegaskan ...
Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.