Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menko PM Sebut MBG Berkontribusi Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrem

📅 Selasa, 28 Apr 2026, 18:10 WIB | Oleh:
Menko PM Sebut MBG Berkontribusi Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrem Doc: RRI/Yusuf Bagus
Ket. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (tengah)

JAKARTA – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) berkontribusi besar menurunkan kemiskinan ekstrem. Ia menyebut, dalam periode Maret 2024 hingga September 2025 angka kemiskinan turun dari 1,26 persen menjadi 0,78 persen.

Muhaimin menjelaskan, secara jumlah, penduduk miskin ekstrem berkurang dari 3,56 juta menjadi 2,2 juta jiwa. Artinya, sekitar 1,36 juta penduduk berhasil keluar dari kategori kemiskinan ekstrem.

“Yang paling berdampak tentu program Makan Bergizi Gratis. Kemudian kedaulatan pangan,” ujar dia saat rapat tingkat menteri (RTM), Jakarta, Selasa (27/4).

Menurut dia, capaian tersebut tidak lepas dari intervensi program yang langsung menyasar kebutuhan dasar masyarakat. Pendekatan ini membuat manfaat program terasa nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Kedaulatan pangan sangat berdampak pada produktivitas petani dan nilai tukar petani (NTP) meningkat. Nelayan juga merasakan manfaat dari program konkret yang menjadi prioritas,” kata dia.

Ia menambahkan, penguatan sektor pangan dan energi akan memberi dampak lanjutan bagi perekonomian masyarakat. Dampak tersebut diharapkan mendorong peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan.

“Kita berharap swasembada pangan, ketahanan pangan, dan ketahanan energi berdampak langsung pada industri. Dampaknya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas,” ucap dia.

Data Kementerian Pertanian menunjukkan Nilai Tukar Petani pada 2025 mencapai angka 125,35. Selain itu, sebanyak 111 ribu pekerja migran telah difasilitasi penempatannya oleh pemerintah.

Program reformasi agraria juga menjangkau sekitar 28 ribu keluarga melalui pendampingan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan secara menyeluruh.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah mengalokasikan APBN sebesar Rp503,2 triliun. Anggaran itu diperkuat tambahan Rp129 triliun dari APBD.

“Kita akan terus bekerja keras mencapai nol persen kemiskinan ekstrem pada 2026. Penurunan kemiskinan hingga lima persen pada 2029 menjadi target berikutnya,” tegas dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.