Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengenaskan Nasib Ratusan Warga di Pelosok Ponorogo Ini yang Harus Keluar Masuk Hutan Demi Air Bersih

📅 Rabu, 04 Sep 2024, 00:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengenaskan Nasib Ratusan Warga di Pelosok Ponorogo Ini yang Harus Keluar Masuk Hutan Demi Air Bersih Doc: ANTARA/HO - Prastyo
Ket. Warga mengambil air dingin sumber air yang ada di tengah hutan, Trenggalek, Selasa.

Ponorogo - Sekitar 400 warga dari 129 Kepala Keluarga (KK) di pelosok Desa Munggu, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), rela keluar-masuk hutan demi mendapat air bersih dari satu-satunya sumber di dalam belantara yang jaraknya mencapai dua kilometer lebih.

"Daerah itu (Dukuh Bungur, Desa Munggu di Kecamatan Bungkal) memang masuk daerah rawan kekeringan," kata Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo Masun, di Ponorogo, Selasa.

Ia menyebut Dukuh Bungur merupakan wilayah baru yang mengalami kekeringan. Pihaknya juga sudah mengirimkan bantuan tandon serta jerigen untuk warga.

"Saat ini sudah ada sembilan wilayah di Ponorogo yang mengalami kekeringan dan sudah meminta untuk droping pendistribusian air bersih," katanya.

Ia mengatakan sejumlah sumber air milik warga mulai mengering, bahkan warga harus berjalan masuk ke hutan untuk mengambil air dari sumber yang berada di hutan. Sebenarnya, kata dia, setiap rumah sudah memiliki sumur air, namun setiap musim kemarau selalu mengering.

"Sebenarnya warga memiliki sumur sendiri namun saat musim kemarau, sumber air tidak muncul. Satu satunya yang ada di hutan," tutur Jawar, salah satu warga Dukuh Bungur.

Jawar menambahkan jarak terjauh warga untuk mendapatkan air dari hutan sekitar dua kilometer. Warga juga bergantian membawa jerigen untuk menampung air.

Meskipun masih mengeluarkan air, warga harus saling berbagi lantaran jumlah air yang dari dalam sumber sangat terbatas.

"Air yang digunakan hanya untuk kebutuhan air baku, ya masak dan minum, ambilnya ya manual pakai ciduk," katanya.

Kepala DusunBungurTukimun mengaku sudah melaporkan kekeringan tersebut kepada kepala desa setempat. Ia juga sudah bersurat kepada BPBD untuk meminta bantuan droping air bersih.

"Sudah bersurat, sudah dapat balasan minggu ini katanya mau di droping air dari BPBD," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.