Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menekraf Ingin Pelatihan Literasi Digital Menyasar ke Segmen Santri

📅 Rabu, 04 Mar 2026, 17:07 WIB | Oleh:
Menekraf Ingin Pelatihan Literasi Digital Menyasar ke Segmen Santri Doc: ANTARA/Fitra Ashari
Ket. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam acara Laporan Pencapaian Pelatihan Digitalisasi Emak-Emak Matic dan Genmatic di Jakarta, Rabu (4/3).

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menginginkan pelatihan literasi digital bisa masuk kepada segmen yang lebih luas salah satunya kepada santri agar pemberdayaan ekonomi merata di semua kalangan.

“Kita juga tahu bagaimana pemerintah sebetulnya juga ingin terus mendukung agar juga pemberdayaan ekonomi di pesantren untuk santri dan santriwati juga bisa kita lakukan termasuk kepada guru atau ustadz dan ustadzahnya,” kata Riefky dalam acara Laporan Pencapaian Pelatihan Digitalisasi Emak-Emak Matic dan Genmatic di Jakarta, Rabu (4/3).

Pelatihan ini bisa masuk pada sektor pesantren dengan program Santrimatic untuk memberdayakan para santri yang juga menjadi fokus pemerintah dalam menjadikan pesantren sebagai salah satu segmentasi yang bisa membantu meningkatkan pertumbuhan perekonomian nasional.

Riefky mengatakan pelatihan literasi digital oleh platform belanja online Shopee berkolaborasi dengan Kemenekraf melalui implikasi Pelatihan Emak-Emak Matic dan Genmatic dapat membantu pemerintah dalam memberikan akses pelatihan digital.​​​​​​​

Menekraf juga mengajak Shopee untuk menerapkan pelatihan literasi digital di daerah prioritas pengembangan ekonomi kreatif sebagai tempat dilakukannya pelatihan ekonomi digital yang dapat meningkatkan taraf hidup bagi pelaku UMKM dan penjual online daerah.

“Tentu kita berharap bahwa ini bisa dilanjutkan, bisa diteruskan dan juga bisa masuk baik itu ke daerah-daerah lain termasuk daerah prioritas pengembangan ekonomi kreatif yang ditentukan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto pada 15 Provinsi,” katanya.​​​​​​​

Riefky mengatakan pelatihan literasi digital dapat menyerap 7,4 juta jiwa pengangguran terbuka di bawah usia 40 tahun yang dapat bekerja sebagai afiliator, merchant shopee food atau penjual online.

Data Kemenekraf menunjukkan 27,4 juta orang bekerja sebagai pegiat industri kreatif yang sebagiannya sebagai afiliator dan pertumbuhan orang yang bekerja di sektor ekraf berbasis digital naik hampir 1-1,5 juta orang setiap tahunnya, di mana 50 persennya adalah generasi muda.

“Artinya ini bisa menjadi penyerap pengangguran terbuka, membuka lapangan kerja untuk generasi muda yang masih nganggur,” katanya.

Selain itu, Riefky mengajak Shopee untuk berkolaborasi membangun ekonomi daerah pasca bencana terutama di Sumatera baik di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan juga Jawa Barat agar UMKM daerah bisa bangkit kembali, menjual produknya dan kembali bisa membantu perekonomian keluarga korban bencana.​​​​​​​

Riefky berharap pelatihan literasi ekonomi digital yang dilakukan bersama pihak swasta dapat menjadi pembuka jalan bagi perusahaan lain dan bersama membantu pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dari industri kreatif. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.