Menanti Arah Kebijakan The Fed
📅 Jumat, 10 Nov 2023, 10:04 WIB | Oleh: Muchamad IsmailJAKARTA - Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar AS berpotensi melemah lanjutan jelang akhir pekan ini. Pelaku pasar diperkirakan masih diliputi ketidakpastian terkait arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Fed.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengungkapkan sejumlah pejabat the Fed memperingatkan suku bunga AS akan tetap tinggi untuk jangka waktu lebih lama. Karenanya, pasar harus waspadai terkait spekulasi penurunan suku bunga lebih awal.
Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (10/11), bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di kisaran 15.640-15.740 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank pada penutupan perdagangan, Jumat (10/11), melemah sebesar 5 poin atau 0,03 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.655 rupiah per dollar AS.
Ekonom Josua Pardede mengatakan sentimen domestik terhadap nilai tukar rupiah cenderung terbatas. "Beberapa rilis data ekonomi domestik dalam beberapa hari terakhir ini cenderung bervariasi, di mana pertumbuhan ekonomi (Produk Domestik Bruto/ PDB) per kuartal III-2023 cenderung melambat, sementara cadangan devisa bulan Oktober 2023 juga tercatat menurun," ungkap Josua Pardede di Jakarta, kemarin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seperti diketahui, data pertumbuhan ekonomi PDB kuartal III-2023 lebih rendah dari perkiraan, yakni 4,94 persen secara tahunan (year on year/yoy) dengan ekspektasi di atas 5 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!