Paser Genjot Kualitas SDM Petani Sawit, Targetkan Sertifikasi ISPO
📅 Selasa, 20 Mei 2025, 10:35 WIB | Oleh: Yuniar Dwi Setiawati
Doc: ANTARA/yds
KAB. PASER, KALTIM - Pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor kelapa sawit menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Melalui kolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan PT Forestcitra Sejahtera (Mutu Institute), sebanyak 122 petani swadaya kelapa sawit dibekali keahlian agribisnis berkelanjutan.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser, Djoko Bawono, menekankan pentingnya pembangunan SDM lokal yang memahami keberlanjutan dan memiliki keahlian agribisnis mumpuni.
"Kami berkomitmen penuh mendorong percepatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), terutama bagi petani rakyat," ujar Djoko.
Target awal adalah 10 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) atau Koperasi Unit Desa (KUD) di Paser meraih sertifikasi ISPO.
Pelatihan yang berlangsung di Balikpapan ini dirancang interaktif, membekali peserta dengan pengetahuan teoritis dan keterampilan praktis. Direktur Utama Mutu Institute, Sumarna, menambahkan, peningkatan kapasitas individu akan berdampak signifikan pada kemajuan industri sawit yang lebih ramah lingkungan dan berdaya saing.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sinergi ini bertujuan menciptakan transformasi sektor kelapa sawit, tidak hanya dalam produktivitas, tapi juga penerapan nilai keberlanjutan dan perlindungan lingkungan," jelas Sumarna.
Pelatihan ini secara spesifik mampu meningkatkan kualitas SDM petani dalam praktik budidaya kelapa sawit berkelanjutan. Peserta diajarkan teknik pengelolaan tanah optimal, pemilihan bibit unggul, dan pengendalian hama terpadu yang ramah lingkungan. Hal ini krusial untuk memastikan praktik perkebunan yang bertanggung jawab, sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar global.
Siti Aminah, salah satu petani peserta pelatihan tampak ikut serta berkomentar. "Kami menyambut baik inisiatif ini. Ilmu yang kami dapatkan, terutama soal ISPO dan budidaya ramah lingkungan, sangat membuka wawasan. Kami jadi lebih paham bagaimana mengelola kebun sawit agar hasilnya maksimal tapi tetap menjaga alam," tuturnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Senada dengan Siti, Bapak Joni, perwakilan Gapoktan, pun mengungkapkan, "Pelatihan ini bukan hanya teori, tapi ada praktik lapangannya. Itu yang bikin kami lebih cepat menyerap ilmunya. Harapan kami, ini bisa jadi bekal untuk meraih sertifikasi ISPO."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!