Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Masyarakat Diimbau Terapkan Prokes Cegah Penularan Penyakit

📅 Sabtu, 25 Mei 2024, 01:16 WIB | Oleh:
Masyarakat Diimbau Terapkan Prokes Cegah Penularan Penyakit Doc: ANTARA
Ket. Juru bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril

JAKARTA - Masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) seperti cuci tangan, menggunakan masker bila sakit termasuk di kerumunan atau saat berada di transportasi publik untuk mencegah penularan penyakit, seperti Covid-19. Hal ini diperlukan karena beberapa negara mencatatkan peningkatan kasus Covid-19 beberapa hari terakhir ini.

"Salah satunya Singapura yang mendeteksi Covid-19 varian KP.1 dan KP.2 dalam 2/3 kasus aktif. Hal ini diiringi peningkatan kasus Covid-19 sebanyak 25.900 kasus pada periode 5-11 Mei 2014," kata juru bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril, di Jakarta, Jumat (24/5).

Selain Covid-19, Amerika Serikat (AS) dan Australia melaporkan temuan baru kasus flu burung pada manusia. Otoritas kesehatan AS pada hari Rabu (22/5), mengumumkan temuan tersebut baru kurang dari dua bulan setelah kasus pertama pada manusia ketika wabah ini menyebar luas di kalangan sapi perah.

Menurut pihak berwenang kedua orang yang terinfeksi virus yang disebut H5N1, pertama di Texas dan yang kedua di Michigan, adalah pekerja peternakan sapi perah yang hanya menderita gejala ringan dan telah pulih.

Dikutip dari Barron, meskipun ada infeksi kedua, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan, penilaian risikonya terhadap masyarakat umum masih rendah, namun mereka memperkirakan akan ada lebih banyak kasus lagi.

Peningkatan Kasus

Lebih jauh Syahril mengingatkan status endemi bukan berarti Covid-19 telah hilang, melainkan berada dalam situasi yang terkendali. Menurutnya, masih ada kemungkinan munculnya varian atau subvarian baru yang berpotensi menyebabkan peningkatan kasus atau kematian.

"Rumah sakit-rumah sakit di Indonesia sudah siap jika memang ada potensi peningkatan kasus. Ini terus kami pantau melalui laporan Bed Occupation Rate (BOR) ruang isolasi dan/atau ICU, baik itu secara harian/ mingguan," ucap Syahril.

Terkait antisipasi kasus, Syahril menegaskan belum ada urgensi pembatasan perjalanan. Hal tersebut diambil berdasarkan laporan yang dipublikasikan oleh Kementerian Kesehatan Singapura.

Dia menyatakan situasi penyebaran Covid-19 masih terkendali. Meski demikian, pihaknya selalu melakukan skrining untuk pelaku perjalanan, termasuk dengan menerapkan kegiatan surveilans Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di pintu masuk Indonesia.

"Situasi transmisi Covid-19 masih terkendali. Jadi, sekarang ini belum memerlukan pembatasan mobilitas dan aktivitas masyarakat meskipun ada lonjakan kasus," katanya.

Lebih jauh, Syahril mengatakan Covid-19 varian KP.1 dan KP.2 belum terdeteksi di Indonesia. Adapun kasus Covid-19 di Indonesia didominasi subvarian JN.1.

"Sampai Mei 2024, kasus Covid-19 yang beredar di Indonesia didominasi oleh subvarian Omicron JN.1.1, JN.1, dan JN.1.39. Kalau subvarian KP, belum ditemukan," ujar Syahril.

Dia menambahkan, secara global, subvarian JN.1 telah mendominasi di sebagian besar negara dengan persentase 54,3 persen. Berdasarkan data Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) varian Covid-19 yang bersirkulasi di kawasan negara-negara Asean pada 2023-2024 didominasi oleh JN.1.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.