Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mahasiswa ITS Gagas Adat Suku Tengger sebagai Healing Tourism

📅 Selasa, 04 Apr 2023, 20:06 WIB | Oleh:
Mahasiswa ITS Gagas Adat Suku Tengger sebagai Healing Tourism Doc: Istimewa
Ket. Enam sensibilitas kultur yang dapat menjadi potensi pengembangan healing tourism pada Suku Tengger yaitu berkebun, berkumpul di dapur, bertamu menjelang senja, berjemur diri, megeng, dan berkelana.

SURABAYA - Saat ini kegiatan untuk menghilangkan atau menurunkan tingkat stres di masyarakat kian meningkat dan hal tersebut berpotensi menjadi sebuah wisata penyembuhan atau healing tourism. Melihat fenomena tersebut, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melakukan riset terkait sensibilitas kultur adat Suku Tengger yang ada di Jawa Timur dan potensinya sebagai healing tourism berbasis kearifan lokal di Indonesia.

Ketua tim penggagas, Mukhammad Akbar Makhbubi, mengatakan bahwa potensi pengembangan healing tourism pada Suku Tengger adalah masyarakat dan budayanya. Dalam mencapai ketentraman dan kesejahteraan, masyarakat Suku Tengger hidup dengan mengabdikan diri pada aturan adat yang dikenal dengan larangan malima (lima 'ma') serta pedoman walima (lima 'wa').

Mahasiswa yang kerap disapa Bobi ini menerangkan, larangan malima tersebut adalah maling atau mencuri, main atau berjudi, madat atau mengonsumsi narkoba, minum atau mengonsumsi minuman keras, dan madon atau berzina. Serta walima (lima 'wa') yaitu waras atau sehat, wareg atau cukup makan, wastra atau cukup sandang, wisma atau memiliki rumah, dan wasis atau bijaksana.

Selain itu, Suku Tengger berada di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang menjadi salah satu atensi pariwisata Provinsi Jawa Timur. "Keberadaan masyarakat Tengger yang hidup berdampingan dengan kawasan TNBTS dapat menjadi potensi dalam pengembangan healing tourism," jelas mahasiswa Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITS tersebut.

Ia memaparkan, dari hasil riset di Desa Adat Ngadisari, Kabupaten Probolinggo dan Desa Adat Wonokitri, Kabupaten Pasuruan terdapat enam sensibilitas kultur yang dapat menjadi potensi pengembangan healing tourism pada Suku Tengger. Kultur tersebut terdiri atas lunga atau berkebun, gegeni atau berkumpul di dapur atau tungku perapian, sanja atau bertamu menjelang senja, memidang atau berjemur diri, megeng atau meditasi, dan dedolan atau berkelana.

Lebih lanjut, jelas Bobi, kultur tersebut merupakan cara masyarakat Suku Tengger dalam memaknai budaya dan kegiatan sehari-harinya. Dengan melakukan kegiatan itu dapat menimbulkan rasa senang, tenang, ikhlas, terbuka, dan damai dari masyarakat adat Suku Tengger. "Kegiatan tersebut dinilai mampu mengurangi emosi negatif dan menjadi referensi pengembangan healing tourism," ungkapnya.

Selanjutnya, kultur tersebut disusun menjadi satu rangkaian kegiatan dengan konsep cultural-healing tourism. Adapun konsep tersebut memuat pencarian makna, pengurangan emosi negatif, dan keseimbangan interaksi. "Konsep ini akan membawa wisatawan untuk dapat merasakan pengalaman healing dari kultur sehari-hari masyarakat adat Suku Tengger," tambah Bobi.

Bobi bersama empat rekannya dari Departemen PWK ITS berharap riset ini dapat berkembang sebagai bentuk kesiapan masyarakat dan infrastruktur penunjang wisata. Di bawah bimbingan Arwi Yudhi Koswara ST MT, tim tersebut juga telah berhasil meraih Juara 2 Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2022 lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.