Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

LPP TVRI Pastikan Siaran Piala Dunia Tembus Zona Merah di Sultra

📅 Minggu, 05 Apr 2026, 12:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
LPP TVRI Pastikan Siaran Piala Dunia Tembus Zona Merah di Sultra Doc: ANTARA
Ket. Kepala Stasiun TVRI Sultra Emelia Baharessa (kanan) bersama Wagub Sultra Hugua (tengah) saat talkshow di Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (5/4/2026).

KENDARI – LPP TVRI Stasiun Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan berbagai langkah strategis untuk memastikan seluruh masyarakat di Bumi Anoa, termasuk di wilayah "zona merah" atau area blank spot, dapat menikmati tayangan Piala Dunia 2026.

Kepala Stasiun TVRI Sultra Emelia Baharessa saat ditemui di Kendari, Minggu (05/4), mengatakan bahwa sebagai official broadcaster, pihaknya berupaya keras memperluas jangkauan siaran melalui koordinasi intensif dengan TVRI Pusat terkait kesiapan teknis dan infrastruktur digital.

"Kami menyadari masih ada beberapa wilayah di Sulawesi Tenggara yang masuk dalam zona merah, karena keterbatasan jangkauan TV digital. Oleh karena itu, kami berkoordinasi dengan pusat untuk solusi teknis peralatan," kata Emelia Baharessa.

Dia menyebutkan bahwa selain pembenahan teknis, pihaknya juga mempertimbangkan langkah kolaborasi dengan pihak ketiga untuk memastikan distribusi konten siaran Piala Dunia ini dapat mencapai daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

"Sesuai arahan pusat, kami membuka peluang untuk menggandeng TV kabel lokal maupun bekerja sama dengan pemerintah daerah yang merespons positif agar saat pertandingan berlangsung, masyarakat bisa ikut bergembira," ujarnya.

Selain jangkauan siaran, TVRI Sultra juga berencana menyelenggarakan nonton bareng (nobar) resmi di halaman kantor stasiun dengan melibatkan para pelaku UMKM lokal. Hal ini dilakukan untuk menciptakan suasana perayaan yang merakyat sekaligus mendukung ekonomi kreatif.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sultra Hugua menyambut baik langkah TVRI tersebut. Ia menilai kemudahan akses menonton Piala Dunia sangat penting bagi psikologis masyarakat.

"Pemerintah berkewajiban mendorong masyarakat untuk menyukseskan agenda dunia ini. Ini adalah sarana charge ulang kehidupan agar kita bisa melupakan sejenak masalah melalui kegembiraan bola," ucap Hugua.

Ia berharap dengan jangkauan siaran yang semakin luas, dinamika ekonomi di tingkat desa hingga kota akan bergerak seiring dengan munculnya titik-titik kumpul masyarakat yang menonton pertandingan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.