Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketika Alam Jadi Penghidupan: Cerita Fardi dan Anas Menjemput Rezeki dari Wisata Rammang-Rammang

📅 Sabtu, 25 Okt 2025, 10:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ketika Alam Jadi Penghidupan: Cerita Fardi dan Anas Menjemput Rezeki dari Wisata Rammang-Rammang Doc: Antara Foto
Ket. Suasana di Kampung Berua, kawasan perbukitan karst Rammang-Rammang, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan

 Fardi (40) baru saja menepikan perahu motornya di dermaga kayu kawasan perbukitan karst Rammang-Rammang, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Pria berambut gondrong berkaus merah marun itu sendirian menurunkan rombongan wisatawan yang baru ia antar menyusuri Sungai Pute, jalur utama menuju Kampung Berua.

Sepanjang tiga kilometer perjalanan dari dermaga menuju kampung itu, perahu motor meluncur perlahan di antara hijaunya hutan nipah.

Suara mesin menderu berpadu dengan riak air yang memantul di bawah cahaya siang. Di kiri kanan, jajaran bukit karst menjulang, menciptakan pemandangan yang seolah memagari sungai.

Bayangan pepohonan tampak bergeser di permukaan air yang tenang, memberi kesan teduh di antara gagahnya "menara-menara" karst Rammang-Rammang.

Sejak 2020, menarik perahu menjadi bagian dari rutinitas Fardi, di sela bekerja sebagai petani padi dan pencari ikan saat malam hari.

Setiap pagi ayah tiga anak itu berangkat dari rumahnya di Kampung Massaloeng, sekitar dua puluh menit perjalanan sungai menuju dermaga.

Ia biasa tiba sebelum pukul enam, setelah mengantar anaknya ke sekolah, lalu memeriksa bensin dan kondisi mesin perahu sebelum menunggu wisatawan datang.

"Kalau pagi, saya biasa langsung ngecek bensin supaya aman di perjalanan," ucapnya.

Jika sama sekali tak ada wisatawan, ia memilih pulang selepas zuhur dan melanjutkan pekerjaan lain di sawah atau sungai.

Kendati bukan sumber penghasilan utama, bagi Fardi, mengantarkan wisatawan cukup menambah nafkah keluarganya. Dalam satu kali perjalanan, pendapatannya sekitar Rp60 ribu setelah dikurangi biaya bensin dan iuran dermaga.

Menurut dia, musim kunjungan wisatawan menjadi waktu paling ditunggu. Bulan Oktober sampai akhir tahun biasanya dermaga ramai oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

"Yang penting ada untuk anak sekolah," ucapnya sembari mendekatkan ujung perahu ke dermaga.

Sebagaimana Fardi, Anas (29), warga Desa Salenrang, juga turut merasakan berkah dari geliat wisata di Rammang-Rammang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan di Depok

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Megapolitan
Tangerang 10K Jadi Pintu Ma...
Megapolitan
102 Ribu Warga Depok Segera...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.