Indonesia Dikenalkan ke Wisatawan Australia Sebagai Destinasi Eduwisata
📅 Minggu, 19 Okt 2025, 09:17 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Kemenpar
JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggandeng Garuda Indonesia, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney, dan KJRI Melbourne untuk memperluas potensi wisata dengan mengenalkan Indonesia sebagai destinasi wisata edukasi (eduwisata) kepada para wisatawan Australia.
Acara ini dikemas dalam bentuk Familiarization Trip (Famtrip) yang mengambil tema “Archipelago Gems: Islands of Ancient Souls” berlangsung selama 15-20 Oktober 2025 menggaet peserta dari lembaga pendidikan, agen perjalanan, serta asosiasi edukasi di Australia.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat posisi Indonesia dalam top of mind pasar Australia, tidak hanya sebagai destinasi liburan, tetapi, juga sebagai tujuan wisata edukasi yang aman, nyaman, dan relevan bagi wisatawan muda asal Australia,”kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Kegiatan famtrip itumerupakan tindak lanjut dari kegiatan Business Matching Edukasi serta rangkaian promosi wisata edukasi 2025.
Program yang menjadi salah satu langkah strategis untuk menggenjot pencapaian target kunjungan wisatawan Australia ke Indonesia itu diikuti oleh sekitar 15 peserta, mereka dibagi menjadi dua kelompok perjalanan berdasarkan destinasi yang ingin dikunjungi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kelompok pertama yang terdiri atas sembilan peserta mengikuti perjalanan ke Yogyakarta dan Jakarta, sedangkan kelompok kedua yang berjumlah enam peserta melanjutkan perjalanan dari Yogyakarta ke Bali.
“Famtrip ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pencapaian target kunjungan 1.800.000 wisatawan Australia sekaligus mendorong penyebaran kunjungan melalui dua pintu utama, yakni Bali dan Jakarta, sebagai hub pariwisata Indonesia,” kata Made.
Di Yogyakarta, seluruh peserta dari kedua kelompok menikmati kenyamanan menginap di hotel Tentrem dengan kekentalan budayanya dan merasakan langsung pengalaman mengunjungi destinasi edukatif dan budaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beberapa kegiatannya mencakup kunjungan ke Candi Borobudur melalui tur “Borobudur Trail of Civilization”, eksplorasi Museum Ullen Sentalu, Museum Sonobudoyo, serta kegiatan budaya di Desa Wisata Wukirsari.
Dalam kegiatan tersebut, peserta terlibat langsung dalam aktivitas storytelling (bercerita) dan membatik, serta mendapatkan penjelasan mendalam dari pemandu wisata berbahasa Inggris, menjadikan kegiatan wisata itu kaya akan pengalaman belajar yang imersif dan interaktif dalam mengenal budaya di Yogyakarta.
Peserta juga mendapatkan kesempatan bertemu dengan pemangku kepentingan setempat seperti Dinas Pariwisata Provinsi, industri pariwisata lokal dan perwakilan 3 Desa Wisata seperti Wukirsari, Pentingsari, dan Krebet dalam balutan makan malam sambil berjejaring.
Made menuturkan bahwa kelompok pertama kemudian melanjutkan perjalanan ke Jakarta pada 18–20 Oktober 2025.
Di Jakarta, peserta mengikuti lokakarya jamu yang diselenggarakan di Acaraki, sebuah ruang budaya dan kuliner yang menggabungkan warisan tradisional dengan pendekatan kontemporer.
Selain itu, peserta juga diajak mengunjungi Museum Nasional, mengikuti tur berjalan kaki Kota Tua Jakarta, berpartisipasi dalam lokakarya di Museum Wayang, dan menikmati pengalaman menginap di hotel di Jakarta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!