Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Sumatera Utara Tanam Mangrove Seluas 8.307 Hektare

📅 Rabu, 26 Nov 2025, 08:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Sumatera Utara Tanam Mangrove Seluas 8.307 Hektare Doc: ANTARA
Ket. Pejabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap (kedua kiri) menanaman pohon secara serentak Hari Menanam Pohon Indonesia 2025 di Desa Karang Gading Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (25/11/2025).

MEDAN– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyebutkan telah menanam mangrove untuk melestarikan ekosistem pesisir setempat seluas 8.307 hektare sejak 2018 hingga 2024.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap menyebutkan hal ini sejalan dengan program prioritas pembangunan nasional yaitu menjamin pelestarian lingkungan hidup.

"Menanam pohon bukan sekadar menanam benih di tanah," ucap dia setelah acara peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia 2025 sekaligus menanam mangrove di areal Suaka Margasatwa Karang Gading, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Derdang, Sumatera Utara, Selasa (25/11).

Ia mengatakan bahwa menanam pohon simbol harapan, komitmen, dan tanggung jawab berbagai pihak terkait terhadap bumi.

"Pohon adalah benteng kita melawan perubahan iklim, penjaga keseimbangan ekosistem, dan sumber kehidupan bagi manusia serta makhluk lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan kesempatan itu menjadi pengingat bahwa semua memiliki tanggung jawab bersama menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan generasi mendatang.

Bahkan, kata dia, dunia bersepakat mengatasi perubahan iklim, sedangkan Indonesia telah menetapkan target Nationally Determined Contribution (NDC) untuk menurunkan tingkat emisi karbon nasional.

Berbagai regulasi juga telah dibuat, salah satunya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 110 tahun 2025 tentang Penyelenggaran Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional.

"Kita tidak boleh menutup mata terhadap dampak nyata dari perubahan iklim yang telah kita rasakan, seperti cuaca ekstrem, kenaikan suhu global, serta ancaman terhadap ekosistem dan keanekaragaman hayati," katanya.

Perubahan iklim bukan hanya tantangan global, tetapi juga menjadi persoalan mendesak yang harus diatasi bersama di tingkat lokal.

Untuk itu, Sulaiman mengajak seluruh lapisan masyarakat Sumut untuk menjadikan kegiatan menanam pohon sebagai bagian dari gaya hidup.

Melestarikan hutan, ujarnya, kemudian rehabilitasi lahan kritis, dan menjaga pohon yang telah ditanam.

Kegiatan pemulihan ekosistem mangrove dilakukan pada 17 desa, seperti di Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, yakni Selotong, Secanggang, Kwala Besar, Jaring Halus, Tanjung Ibus, Pantai Gading, Karang Gading, dan Sungai Ular.

Selain itu, enam desa di Kecamatan Tanjung Pura di Kabupaten Langkat, seperti Tapak Kuda, Karya Maju, Suka Maju, Pantai Cermin, Bubun, dan Pematang Cengal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.