Layanan KB Gratis Tercatat BKKBN Kepri Telah Menjangkau 34.454 Akseptor Baru
📅 Kamis, 08 Jan 2026, 19:21 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/HO-BKKBN Kepri
BATAM, KEPULAUAN RIAU - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat layanan keluarga berencana (KB) gratis sepanjang 2025 telah menjangkau 34.454 peserta baru.
Kepala Perwakilan BKKBN Kepri Rohina saat dihubungi di Batam, Kamis, menyampaikan selain peserta baru, layanan KB gratis juga mencakup akseptor yang mengganti metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dan peserta yang mengulang penggunaan MKJP yang sama.
Pada 2025, peserta baru tercatat 34.454 akseptor. Selain itu, 4.136 akseptor yang mengganti metode ke MKJP dan 72.043 peserta yang mengulang MKJP. Secara total, layanan KB gratis telah menjangkau 111.043 akseptor di Kepri.
Dari sisi jenis kontrasepsi, layanan KB gratis didominasi metode non-MKJP seperti KB suntik, pil serta kondom.
Untuk metode suntikan satu bulanan, tiga bulanan, dan tiga bulanan progestin tercatat digunakan oleh 74.516 akseptor. Pengguna pil kombinasi dan pil progestin mencapai 15.187 akseptor, sedangkan kondom diberikan kepada 6.543 akseptor.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk metode kontrasepsi jangka panjang, penggunaan implan satu dan dua batang tercatat 9.887 akseptor, Intra Uterine Device (IUD) 3.519 akseptor, tubektomi 1.362 akseptor, serta vasektomi 29 akseptor.
Rohina menjelaskan target peserta baru layanan KB gratis pada 2025 ditetapkan 34.888 akseptor. Namun, target tersebut belum sepenuhnya tercapai.
“Target peserta baru memang belum tercapai. Salah satu kendala di lapangan adalah terkait pendataan di lapangan. Banyak pelayanan KB yang sebenarnya sudah dilakukan, tetapi tidak bisa dilaporkan karena peserta belum terdaftar dalam basis data Sistem Informasi Keluarga (Siga),” kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia mengatakan pembaruan data pada Siga dilakukan setiap tahun, namun kondisi keluarga di masyarakat berubah dengan cepat.
“Contohnya, saat pendataan dilakukan, seseorang belum berkeluarga. Namun di tahun berikutnya sudah memiliki anak dan ingin ber-KB. Layanannya tetap kami berikan, tetapi jika belum terdata di Siga, maka tidak masuk dalam laporan capaian,” ujarnya.
Jika seluruhnya tercatat, pihaknya optimistis lebih dari target 34.888 akseptor baru di daerah setempat. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!