Larangan Perjalanan Trump Mulai Berlaku, Warga dari 12 Negara Dilarang Masuk AS
📅 Senin, 09 Jun 2025, 15:03 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: USA Today
WASHINGTON - Larangan perjalanan yang diumumkan Presiden Donald Trump mulai berlaku Senin (9/6) dini hari, segera setelah tengah malam, melarang warga negara dari belasan negara memasuki Amerika Serikat.
Tindakan ini diperkirakan akan mengganggu jalur pengungsi dan semakin membatasi imigrasi karena pemerintahan Trump memperluas tindakan kerasnya terhadap masuknya imigran ilegal.
Banyak negara yang terdampak oleh pembatasan tersebut memiliki hubungan yang bermusuhan dengan AS, seperti Iran dan Afghanistan, sementara negara lain menghadapi krisis yang parah, seperti Haiti dan Libya.
Saat mengumumkan larangan tersebut minggu lalu, Trump mengatakan tindakan baru itu didorong oleh aksi "serangan teroris" yang terjadi baru-baru ini terhadap warga Yahudi di Colorado.
Kelompok itu melakukan protes sebagai bentuk solidaritas terhadap para sandera yang ditawan di Gaza ketika mereka diserang oleh seorang pria yang menurut Gedung Putih telah melewati masa berlaku visanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Serangan itu, kata Trump, "menegaskan bahaya ekstrem yang mengancam negara kita akibat masuknya warga negara asing yang tidak diperiksa dengan benar" atau yang melebihi batas waktu visa mereka.
Langkah tersebut melarang semua perjalanan ke Amerika Serikat oleh warga negara Afghanistan, Myanmar, Chad, Kongo-Brazzaville, Guinea Ekuatorial, Eritrea, Haiti, Iran, Libya, Somalia, Sudan dan Yaman, menurut Gedung Putih.
Trump juga memberlakukan larangan sebagian bagi pelancong dari Burundi, Kuba, Laos, Sierra Leone, Togo, Turkmenistan, dan Venezuela. Beberapa visa kerja sementara dari negara-negara tersebut akan diizinkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Trump memperingatkan,negara-negara baru dapat ditambahkan "seiring munculnya ancaman di seluruh dunia."
Mehria, seorang wanita berusia 23 tahun asal Afghanistan yang mengajukan status pengungsi, mengatakan aturan baru tersebut membuat dirinya dan banyak warga Afghanistan lainnya terjebak dalam ketidakpastian.
"Kami telah menyerahkan ribuan harapan dan seluruh hidup kami... atas janji dari Amerika, tetapi hari ini kami justru menderita," katanya kepada AFP.
Atlet Olimpiade dan Piala Dunia Dikecualikan
Larangan tersebut tidak akan berlaku bagi atlet yang berkompetisi di Piala Dunia 2026, yang diselenggarakan AS bersama Kanada dan Meksiko, atau di Olimpiade Los Angeles 2028, kata perintah Trump.
Hal ini juga tidak akan berlaku bagi diplomat dari negara yang menjadi sasaran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!