Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kurangnya Kepastian Hukum Membuat Investor Enggan Tanam Modal di RI!

📅 Senin, 10 Nov 2025, 09:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kurangnya Kepastian Hukum Membuat Investor Enggan Tanam Modal di RI! Doc: istimewa
Ket. Guru Besar Ekonomi Bisnis Unika Atma Jaya, Profesor Rosdiana Sijabat

JAKARTA-Indonesia menarik bagi investor sebagai negara tujuan investasi karena pasar yang begitu besar, namun persoalannya masih banyak faktor yang membuat iklim investasi kurang menarik bagi pemodal.

Kurangnya kepastian hukum membuat investor berhitung untuk datang ke Indonesia. Hal ini diperparah dengan tumpang tindih aturan baik antara kementerian/lembaga, maupin pemerintah pusat dan pemerintah daerah kerap ditemukan. 

Fenomena ini diperburuk dengan birokrasi yang berbelit belit yang membuat biaya membengkak, serta daya saing logistik menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Guru Besar Ekonomi Bisnis Unika Atma Jaya, Profesor Rosdiana Sijabat mengakui bahwa masalah kepastian hukum dan regulasi yang tumpang tindih menjadi persoalan besar yang membuat investor itu berhitung untuk menanamkan modalnya di Indonesia

"Makanya perlunya penguatan lembaga yang sudah ada untuk memperkuat kepastian hukum. Salah satu masalah terbesar investasi kita itu kepastian hukum yang kurang memadai, bisa kita lihat soal perizinan yang berbelit belit meskipun kita sudah punya online single submision (OSS),"tegasnya pada Koran Jakarta, Senin (10/11).

Rosdiana menyoroti banyaknya regulasi yang tumpang tindih antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah seperti apa perizinan di Pulau Jawa, begitu juga luar Jawa. 

Tetapi meski demikian dia mengakui juga bahwa tren investasi di RI dalam 5 atau 3 tahun terakhir sudah membaik meskipun ada penurunan di 2025 baik asing maupun domestik itu sama sama trennya membaik,

Dalam suatu survei pertengan tahun terangnya Indonesia di mata investor asing diminati. Investor asing melihat Indonesia itu sebagai sebuah wilayah investasi yang menarik, atraktif.

Di kawasan Asia Tenggara Indonesia relatif baik, begitu juga di antara negara negara berkembang. "Pasar yang besar menarik bagi investor,"ungkap Rosdiana

Kemudian juga kalau dilihat sampai saat ini di sudah terjadi distribusi investasi, tidak lagi hanya berpusat di Jawa tetapi sudah bergeser ke luar Jawa.

Kebijakan pemerintah yang melakukan downstreaming hilirisasi membuat investasi sektor pertambangan k tumbuh tinggi, ini yang menggeser investasi di luar Jawa itu mulai mengungguli Jawa. 

Kalau lihat ini semestinya pemerintah memperkuat saja kebijakan kebijakan yang bisa membuat kita lebih pro investasi dari sisi kebijakan, misalkan berbagai insentif pajak dan memperkuat kepastian hukum, memperkuat omnibus lawnya kita, di samping karena kita juga sudah memiliki infrasturktur yang lebih baik, misalnya laut, tol, sektor energi serta berbagai infrastruktur lainnya. 

"Tantangan lainnya meskipun konektivitas sudah baik melalui pembangunan berbagai infrastruktur tetapi masalah daya saing logistik masih jadi kendala,"pungkasnya

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.