Kuba Protes Aksi Ancaman AS Terhadap Venezuela
📅 Rabu, 03 Des 2025, 15:11 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP
WASHINGTON DC - Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel pada Selasa (2/12) menentang apa yang disebutnya sebagai "rencana yang sedang disiapkan" oleh Washington untuk melakukan agresi militer terhadap Venezuela untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.
“Campur tangan AS, ancaman, dan agresi militer yang sedang dipersiapkan terhadap Venezuela untuk menggulingkan pemerintah yang sah, tidak dapat diterima,” kata Diaz-Canel melalui X.
Presiden Kuba itu menekankan bahwa “politik kapal meriam” AS serta Doktrin Monroe adalah hal yang sudah menjadi masa lalu, dan ia menyoroti Amerika Latin serta Karibia sebagai “zona damai.”
Kuba berulang kali memperingatkan tentang risiko destabilisasi di kawasan tersebut dan menyatakan dukungannya terhadap Maduro serta kedaulatan Venezuela.
Ketegangan antara Caracas dan Washington meningkat tajam di tengah pengerahan berkelanjutan oleh Pentagon atas aset laut, udara, dan darat di seluruh Karibia, termasuk kapal induk USS Gerald Ford.
Sebaiknya Anda baca juga:
Washington membenarkan kehadiran militernya di kawasan itu dengan alasan memerangi perdagangan narkoba.
Presiden AS Donald Trump menyatakan pendapat bahwa hari-hari Maduro sebagai presiden sudah tinggal menghitung waktu, namun ia juga menegaskan bahwa Washington tidak memiliki rencana untuk berperang dengan Caracas.
Sebelumnya pada Minggu (30/11), Trump mengonfirmasi telah melakukan percakapan telepon dengan pemimpin Venezuela tersebut tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai pembicaraan tersebut. Ant/Sputnik/RIA Novosti
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!