Trump Izinkan Russia Kirim Minyak ke Kuba
📅 Senin, 30 Mar 2026, 09:44 WIB | Oleh: Tim PenulisWASHINGTON - Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Minggu (29/3), Moskow dapat mengirimkan minyak ke Kuba meskipun Washington secara de facto memblokir pasokan bahan bakar.
Sebuah kapal tanker Russia diperkirakan akan mengirimkan minyak mentah yang sangat dibutuhkan ke pulau yang dilanda krisis tersebut.
Meskipun pengiriman tersebut akan memberikan sedikit kelegaan bagi Kuba, Trump memperbarui ancamannya terhadap pemerintah komunis itu, memprediksi bahwa pemerintah tersebut akan gagal "dalam waktu singkat."
Kapal Anatoly Kolodkin, yang membawa 730.000 barel minyak mentah, berada di lepas pantai timur laut Kuba pada Minggu malam dan diperkirakan akan berlabuh di pelabuhan barat Matanzas pada hari Selasa, menurut pelacak pengiriman MarineTraffic.
Ini akan menjadi pengiriman minyak pertama ke pulau itu sejak Januari, membawa sedikit kelegaan sementara bagi negara berpenduduk 9,6 juta jiwa yang telah mengalami krisis energi dan ekonomi yang semakin dalam.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jika suatu negara ingin mengirimkan minyak ke Kuba sekarang, saya tidak masalah dengan itu, apakah itu Russia atau bukan," kata Trump kepada wartawan saat ia terbang kembali ke Washington dari kediamannya di Mar-a-Lago, Florida.
"Kuba sudah tamat, mereka memiliki rezim yang buruk, kepemimpinan yang sangat buruk dan korup, dan apakah mereka mendapatkan kapal minyak atau tidak, itu tidak akan berpengaruh," kata Trump.
"Saya lebih suka membiarkannya masuk, entah itu Russia atau siapa pun, karena rakyat membutuhkan pemanas dan pendingin serta semua hal lain yang dibutuhkan," tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kuba kehilangan sekutu regional utama dan pemasok minyaknya pada Januari ketika pasukan AS menangkap pemimpin sosialis Venezuela, Nicolas Maduro.
Trump kemudian mengancam akan mengenakan tarif pada negara mana pun yang mengirim minyak ke Kuba dan telah mempertimbangkan untuk "mengambil alih" pulau itu.
"Dalam waktu singkat, Kuba akan gagal, dan kami akan berada di sana untuk membantunya," katanya pada hari Minggu.
"Kami akan berada di sana untuk membantu warga Kuba-Amerika kami yang hebat yang diusir dari Kuba, dalam banyak kasus, anggota keluarga mereka dimutilasi dan dibunuh oleh (Fidel) Castro... Kuba akan menjadi yang berikutnya."
Pemadaman Listrik Harian
Setelah Washington melancarkan blokade minyak, Presiden Miguel Diaz-Canel memberlakukan langkah-langkah darurat untuk menghemat bahan bakar, termasuk penjatahan bensin yang ketat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!