Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kuba di Ambang Krisis, AS Melunak Izinkan Bantuan Minyak dari Russia

📅 Senin, 30 Mar 2026, 16:02 WIB | Oleh:
Kuba di Ambang Krisis, AS Melunak Izinkan Bantuan Minyak dari Russia Doc: AFP/ADALBERTO ROQUE

HOUSTON - Amerika Serikat mengizinkan kapal tanker Russia mengirim minyak mentah ke Kuba di tengah blokade energi yang telah berlangsung selama berbulan-bulan terhadap negara di Karibia itu, New York Times (NYT) melaporkan pada Minggu (29/3).

Kapal tanker yang membawa sekitar 730.000 barel minyak mentah itu diperkirakan akan berlabuh di terminal minyak Matanzas, Kuba, pada Selasa (31/3).

Laporan itu menyebutkan bahwa kiriman minyak tersebut dapat menopang kebutuhan energi Kuba selama beberapa pekan sebelum cadangan bahan bakarnya habis.

Disebutkan pula, pasokan minyak itu juga akan mengurangi tekanan pada pemerintah Kuba, yang sedang menghadapi keruntuhan ekonomi.

Pada Januari, pemerintah AS memberlakukan blokade minyak terhadap Kuba, sembari mengancam negara-negara yang mengirimkan bahan bakar ke negara itu.

Dalam salah satu insiden, AS bahkan mengusir kapal tanker yang menuju Kuba. Namun, dalam kasus terbaru ini, tidak ada perintah untuk menghentikan kapal tanker Rusia.

Menurut laporan NYT, Penjaga Pantai AS memiliki dua kapal patroli di perairan Kuba yang bisa mencegat kapal tanker Rusia, tetapi hal tersebut tidak dilakukan.

Keputusan itu dinilai untuk menghindari konfrontasi langsung dengan Rusia, setidaknya untuk saat ini.

Blokade minyak AS telah memperparah kondisi Kuba, menyebabkan pemadaman listrik, kelangkaan bahan bakar, lonjakan harga, dan memburuknya layanan kesehatan.

PBB telah mengkritik kebijakan AS itu dan menilai langkah tersebut menyebabkan krisis kemanusiaan di Kuba.

Di tengah situasi itu, Presiden AS Donald Trump dilaporkan ingin menggulingkan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel.

Trump bahkan mengatakan dirinya "mendapat kehormatan untuk menguasai Kuba" dan mengisyaratkan akan menggunakan kekuatan militer ke negara itu setelah perang melawan Iran.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menegaskan perlunya perubahan dalam sistem pemerintahan di Kuba sebagai bagian dari reformasi ekonomi.

"Ekonomi Kuba perlu berubah, dan ekonomi mereka tak bisa berubah kecuali sistem pemerintahan mereka berubah," katanya dalam sebuah pernyataan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.