Kualitas Instruktur Pendidikan Vokasi RI Dinilai Belum Merata
📅 Selasa, 30 Sep 2025, 01:00 WIB | Oleh: Eko S
Doc: antara
Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan kualitas instruktur pendidikan vokasi di Indonesia belum merata.
"Kita tidak bisa menutup mata bahwa masih ada tantangan yang harus kita hadapi, salah satunya adalah pemerataan kualitas instruktur sebagai pilar, ujung pilar dalam pembelajaran kursus dan pelatihan," katanya dalam peluncuran Program Pelatihan 1.100 Instruktur Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (29/9).
Seperti dikutip dari Antara, Fajar menekankan perlunya akselerasi jumlah instruktur yang bersertifikat atau kompeten untuk meningkatkan kualitas pendidikan nonformal dan informal di Indonesia.
"Tanpa instruktur yang cakap, maka sulit bagi satuan pendidikan untuk benar-benar menerapkan pembelajaran yang baik dan menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing," ujarnya.
Fajar juga menyoroti sejumlah isu seperti adanya kesenjangan kompetensi dan sertifikasi instruktur, hingga keterbatasan akses pengembangan instruktur di daerah-daerah tertentu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, ungkap dia, faktor kesejahteraan dan motivasi instruktur juga penting dan harus diperhatikan agar mereka dapat terus berkomitmen memberikan pelajaran yang terbaik bagi para peserta didik.
Dalam konteks ini, kata Fajar, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah secara konsisten melakukan berbagai program peningkatan kapasitas instruktur. Salah satunya melalui Program Pelatihan 1.100 Instruktur LKP.
"Ketika satu instruktur naik kelas, maka puluhan bahkan ratusan peserta didik diharapkan akan juga merasakan dampaknya ikut naik kelas secara kualitas. Selain itu, melalui pengimbasan praktik baik kami yakin dampaknya akan menjalar dan meluas, menghadirkan pemerataan kualitas layanan, memperkuat relevansi dengan dunia kerja yang keluarannya tentunya akan berkontribusi bagi terwujudnya SDM unggul pada 2045," ucap Fajar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menekankan kegiatan ini merupakan bentuk pengejawantahan amanah Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Nomor 20 Tahun 2003, yang menyatakan pendidikan tersedia melalui berbagai jalur formal, nonformal, dan informal, yang semuanya memiliki kontribusi dalam pembangunan SDM yang berkualitas.
"Pada jalur nonformal, melalui kursus dan pelatihan pendidikan, merupakan pegangan yang sangat strategis terutama dalam menjawab kebutuhan keterampilan yang cepat yang berubah sesuai dengan tuntutan zaman," ujarnya.
Pendidikan Bermutu
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Dirjen Vokasi PKPLK) Kemendikdasmen Tatang Muttaqin menjelaskan pelatihan ini dilaksanakan di 70 lokasi dengan delapan bidang keterampilan dari desain grafis, pemasaran digital, aplikasi perkantoran, tata rambut, barista, teknik motor konvensional, teknik motor listrik, hingga tata busana.
Menurut dia, keberhasilan program ini tidak bisa berjalan sendiri, sehingga diperlukan dukungan baik dari pemerintah daerah, dunia kerja, organisasi mitra, serta masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!