Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korut Kecam Rencana Strategis Nuklir AS

📅 Senin, 26 Agu 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korut Kecam Rencana Strategis Nuklir AS Doc: AFP/KCNA VIA KNS
Ket. Tanggapan Korut l ­Pemimpin Korut, Kim Jong-un, saat berpidato di Pyongyang pada 6 Agustus lalu. Pada Sabtu (24/8) lalu, Korut bertekad untuk memperkuat kemampuan nuklirnya sebagai tanggapan atas laporan bahwa AS telah memperbarui rencana strategis nuklirnya.

SEOUL - Korea Utara (Korut) pada Sabtu (24/8) bertekad untuk memperkuat kemampuan nuklirnya sebagai tanggapan terhadap laporan bahwa Amerika Serikat (AS) telah memperbarui rencana strategis nuklirnya.

"Negara kami akan memperkuat kekuatan strategis dengan segala cara untuk mengendalikan dan menghilangkan segala macam tantangan keamanan yang mungkin timbul dari rencana Washington DC yang direvisi," menurut laporan kantor berita KCNA).

Menurut laporan The New York Times pekan lalu, Presiden Joe Biden menyetujui rencana AS pada Maret yang bertujuan mempersiapkan kemungkinan konfrontasi nuklir terkoordinasi. Rencana tersebut mencakup langkah-langkah menghadapi Russia, Tiongkok, dan Korut.

The New York Times melaporkan bahwa rencana yang sangat rahasia tersebut untuk pertama kalinya mengubah strategi pencegahan Washington DC dengan memusatkan perhatian pada pesatnya ekspansi persenjataan nuklir Tiongkok.

KCNA melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri Korut menyatakan keprihatinan serius serta dengan tegas mengecam dan menolak tindakan AS. Korut juga berjanji akan memperkuat pengembangan kekuatan nuklir yang memadai dan andal untuk mempertahankan kedaulatannya, tambah laporan kantor berita itu.

Jadi Sekutu

Sejak berdirinya Korut setelah Perang Dunia II, Pyongyang dan Moskwa telah menjadi sekutu, dan hubungan mereka semakin erat setelah invasi Russia ke Ukraina pada 2022.

AS dan Korea Selatan (Korsel) menuding Korut telah memasok amunisi dan misil kepada Russia untuk digunakan dalam perangnya di Ukraina.

Pyongyang, yang mengklaim sebagai kekuatan senjata nuklir yang tidak dapat diubah, telah menyebut tuduhan tentang penyediaan senjata kepada Russia sebagai tidak masuk akal.

Namun, Pyongyang mengapresiasi Russia karena menggunakan hak vetonya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Maret, yang secara efektif menghentikan pemantauan pelanggaran sanksi tepat ketika para ahli PBB mulai menyelidiki dugaan transfer senjata.

Tiongkok, yang juga merupakan sekutu utama Korut, memposisikan dirinya sebagai pihak netral dalam konflik Russia-Ukraina. Mereka mengklaim tidak mengirimkan bantuan mematikan kepada kedua belah pihak, berbeda dengan AS dan negara-negara Barat lainnya.

Pyongyang merupakan sekutu politik dan ekonomi yang dekat dengan Russia. Sementara itu, anggota NATO menyebut Beijing sebagai pendukung utama dalam konflik tersebut.

Sejak konflik Ukraina dimulai, Moskwa bertumpu pada Beijing sebagai penyelamat ekonomi negaranya. Akibatnya Russia dan Tiongkok menjalin hubungan perdagangan yang lebih erat ketika Moskwa dihujani berbagai sanksi. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.