Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KLH dan Buruh Tanam 12.000 Pohon di Kabupaten Bandung

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 16:30 WIB | Oleh:
KLH dan Buruh Tanam 12.000 Pohon di Kabupaten Bandung Doc: ANTARA/Ilham Nugraha.
Ket. Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, saat menanam 12 ribu pohon bersama buruh di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Minggu (10/5).

BANDUNG - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama elemen serikat buruh menginisiasi gerakan penghijauan masif di kawasan hulu Bandung dengan menanam sedikitnya 12.000 pohon di Pasir Jambu, Minggu (10/5).

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor ini merupakan langkah krusial untuk memulihkan daerah resapan air sekaligus menekan risiko banjir bandang di wilayah Bandung Raya. Upaya tersebut diharapkan menjadi pemantik gerakan nasional dalam merestorasi sekitar 12,4 juta hektare lahan kritis di Indonesia, dengan menjadikan Kabupaten Bandung sebagai daerah percontohan aksi lingkungan berbasis

“Kami berkolaborasi dengan serikat buruh, hampir 12.000 pohon yang ditanam. Mudah-mudahan menjadi alat untuk terus melestarikan lingkungan sehingga tidak terjadi lagi banjir bandang di sini,” kata Menteri LH Jumhur di Bandung, Minggu.

Menteri LH mengatakan gerakan tersebut diharapkan menjadi awal dari payung yang dapat menyatukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari buruh, pengusaha, hingga pemerintah, dalam penghijauan.

Ia juga menambahkan bahwa buruh di Indonesia kini juga mulai aktif dilibatkan dalam pengentasan dari berbagai isu, termasuk melalui agenda lingkungan hidup.

“Sebelumnya tidak ada satu payung yang bisa menyatukan kita, kecuali saat ini di bawah payung gerakan memuliakan bumi atau upaya memelihara lingkungan hidup,” kata Menteri LH Jumhur.

Pada kesempatan tersebut Menteri LH  mengatakan gerakan penanaman pohon di Kabupaten Bandung tersebut akan menjadi inspirasi untuk kampanye nasional penghijauan di berbagai daerah di Indonesia.

“Pemerintah pusat juga nanti akan melakukan kampanye terinspirasi dari teman-teman yang ada di daerah Pak Bupati. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kita akan menjadikan sebuah gerakan nasional,” ucapnya.

Terlebih Menteri LH menyebut Indonesia saat ini memiliki sekitar 12,4 juta hektare lahan yang perlu direstorasi, sehingga diperlukan gerakan penghijauan secara masif dan berkelanjutan.

“Jadi lihat bagaimana ini saya rasa kita punya 12,4 juta lahan yang harus direstorasi dan ini adalah salah satu kerja arah sana dan secara nasional,” katanya.

Sementara itu Bupati Bandung Dadang Supriatna segera mencanangkan upaya tindak lanjut penanaman dengan melibatkan 90 ribu buruh yang ada di wilayah tersebut.

Pihaknya akan mewajibkan setiap buruh untuk minimal menanam dua bibit pohon di sekitar wilayah tempat tinggal mereka guna melakukan penghijauan. “Kita sudah bersepakat dengan seluruh serikat buruh, sejumlah 90 ribu buruh ini wajib menanam pohon. Minimal dua pohon per orang,” ujarnya.

Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk merehabilitasi lahan-lahan kritis agar kondisi lingkungan tetap terjaga.

Di Kabupaten Bandung sendiri, Pemkab Bandung mencatat sebanyak 942,68 hektare lahan pertanian beralih fungsi menjadi bangunan dalam satu dekade terakhir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.