Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kenaikan Suku Bunga The Fed Berpotensi Menekan Rupiah

📅 Jumat, 24 Mar 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kenaikan Suku Bunga The Fed Berpotensi Menekan Rupiah Doc: Sumber: Federal Reserve - AFP

» Penutupan beberapa bank di AS memberi kembali sinyal ketidakpastiaan ke pelaku ekonomi.

» Pada Februari, The Fed telah bergeser ke irama seperempat poin yang lebih tradisional.

JAKARTA - Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve, dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) tetap menaikkan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR) 0,25 persen ke level 4,75- 5 persen meskipun perbankan di negara tersebut mengalami gejolak yang berbuntut pada penutupan tiga bank.

Pengamat ekonomi dari Universitas Katolik (Unika) Atmajaya Jakarta, Yohanes B Suhartoko, yang diminta pendapatnya di Jakarta, Kamis (23/3), mengatakan dengan kenaikan FFR, maka selisih (spread) dengan suku bunga acuan BI7 days Reverse Repo Rate makin sempit, karena Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga di level 5,75 persen.

Kondisi tersebut kata Suhartoko berpotensi membuat nilai tukar (kurs) rupiah semakin melemah karena dengan spread yang tipis membuat investor melarikan modalnya (capital outflow) ke aset-aset yang lebih aman (save haven) seperti dollar AS dan yen Jepang.

Apalagi, jika mereka tetap percaya dengan pasar AS, meskipun diterpa krisis perbankan dengan penutupan tiga bank di negara dengan perekonomian terbesar dunia itu.

"Artinya, para investor yakin bail out kepada bank bank bermasalah di AS berjalan mulus," papar Suhartoko.

Dia pun mengimbau Bank Indonesia (BI) terkait dengan kebijakan mempertahankan suku bunga acuan agar melihat reaksi pasar jangka pendek, mempertimbangkan likuiditas perbankan, apakah dalam jangka pendek dana pihak ketiga dan kredit masih bisa tumbuh tanpa kenaikan suku bunga.

Dihubungi terpisah, pengamat ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Bambang Budiarto, mengatakan kenaikan suku bunga acuan The Fed di tengah gejolak perbankan AS menunjukkan keputusan tersebut didasarkan pada pertimbangan moneter.

"Kenaikan suku bunga acuan jika murni karena pertimbangan-pertimbangan moneter dan ekonomi seperti, pengendalian inflasi, akan mengurangi risiko pelemahan nilai tukar, mendorong tabungan, ataupun mengurangi risiko spekulasi," kata Bambang.

Namun, bila pertimbangannya adalah psikologis, misal untuk menenteramkan emosi masyarakat, menjaga harmonisasi kelembagaan atau lainnya, ini yang tentu harus dihindari. "The Fed tampaknya lebih memilih opsi yang mempertimbangkan aspek-aspek ekonomi, meskipun dengan beberapa konsekuensi," jelas Bambang.

Sehat dan Tangguh

FOMC sendiri dalam sebuah pernyataan pada Rabu, mengatakan sistem perbankan AS sehat dan tangguh, tetapi ada ketidakpastian sejauh mana dampak dari kegagalan dua pemberi pinjaman akan memukul perekonomian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
Luar Negeri
Baku Tembak Sengit Militer ...
Nasional
Prabowo Minta Tiap Warga Mi...
Luar Negeri
Turki Makin Agresif Perkuat...

Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo  

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Ramai-ramai Memprotes Buku ...
Advertisement
Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo   

Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo  

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.