Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kementan Jamin Daging Ayam Indonesia Aman, Tegaskan Residu Hormon Tidak Benar

📅 Minggu, 14 Sep 2025, 16:36 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kementan Jamin Daging Ayam Indonesia Aman, Tegaskan Residu Hormon Tidak Benar Doc: istimewa
Ket. Peternakan ayam

Jakarta - Kementerian Pertanian RI (Kementan) menegaskan bahwa informasi tentang adanya residu hormon pada daging ayam adalah tidak benar, karena penggunaan hormon pada ternak ayam di Indonesia telah dilarang dan Kementan rutin melakukan pengawasan.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian RI, Agung Suganda mengatakan, saat ini Indonesia telah surplus produksi daging ayam. Keberhasilan itu dipaparkannya saat memberikan kata sambutan yang dibacakan oleh I Ketut Wirata, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH dalam acara Webinar Keamanan Pangan dengan tema "Keamanan Pangan Asal Hewan: Fakta tentang Residu dan Hormon pada Daging Ayam", Kamis (11/09) di Jakarta.

Untuk menghasilkan daging ayam yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH), Kementan melakukan penjaminan keamanan pangan mulai dari hulu sampai hilir melalui serangkaian kegiatan pembinaan, sertifikasi, pengawasan, pemeriksaan dan pengujian di seluruh rantai produksi unit usaha.

Trioso Purnawarman, Dosen Kesehatan Masyarakat Veteriner SKHB dan Komisi Bibit Ternak Unggas (Ayam Ras) dalam kesempatan itu memaparkan bahwa budidaya ayam pedaging sudah sangat maju dan modern. Dia menjelaskan pertumbuhan ayam saat ini sangat cepat karena faktor genetik, bukan karena suntik hormon. “Bahwa informasi yang beredar mengenai bahaya hormon pada daging ayam merupakan informasi yang sama sekali tidak benar,” ujarnya. 

Berkualitas Baik

Sementara Achmad Dawami, Praktisi Perunggasan membantah terkait adanya isu hormon dan residu antibiotik pada daging ayam. Untuk menghasilkan ayam pedaging berkualitas baik, pihaknya sangat memperhatikan pemilihan bibit unggul, pemberian pakan berkualitas, manajemen pemeliharaan yang baik termasuk sanitasi kandang, serta program vaksinasi rutin. 

Yane Adrian Bima Arya selaku Staf Ahli Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga Tim Penggerak PKK Pusat yang turut hadir dalam webinar juga menyampaikan bahwa peran ibu sangat penting untuk memastikan daging ayam yang dikonsumsi oleh keluarga telah memenuhi kriteria aman, sehat, utuh dan halal (ASUH). Saat ini program PKK juga memberikan edukasi kepada masyarakat dalam rangka peningkatan gizi dan ketahanan pangan keluarga. 

Melalui momentum Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-189, Kementerian Pertanian bersama seluruh pemangku kepentingan terkait menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan asal hewan, melindungi konsumen dari isu-isu menyesatkan, serta mendukung peningkatan konsumsi protein hewani sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. 

Komitmen ini disampaikan dalam webinar sebagai rangkaian kegiatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-189, yang dilaksanakan secara hybrid dan dihadiri sekitar 1.008 peserta , dari perwakilan Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah, asosiasi pelaku usaha, asosiasi profesi, asosiasi masyarakat, serta perwakilan Dharma Wanita dan Tim Penggerak PKK se-Indonesia

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.