Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenparekraf Imbau Wisatawan Akses Informasi dari Sumber Kredibel

📅 Minggu, 27 Jul 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Kemenparekraf Imbau Wisatawan Akses Informasi dari Sumber Kredibel Doc: Antara
Ket. Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Frans Teguh.

Labuan Bajo - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meminta para wisatawan yang hendak melakukan perjalanan wisata ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), agar mengakses informasi dari sumber-sumber yang kredibel guna mencegah praktik penipuan.

"Kami mengimbau agar pengunjung atau wisatawan yang mau berlibur ke Labuan Bajo, tolong cek informasi-informasi yang yang dapat diandalkan, yang terpercaya, sehingga tidak kecewa," kata Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Frans Teguh di Labuan Bajo, Sabtu (26/6).

Frans Teguh menyampaikan hal itu menanggapi kasus penipuan yang menimpa wisatawan asing oleh sopir di Labuan Bajo pada Minggu (20/7) lalu.

Ia menjelaskan pilihan informasi bisa didapatkan wisatawan dan calon wisatawan dari pemerintah setempat dan badan otorita pariwisata.

"Juga bisa ditanyakan lebih lanjut rekomendasi agen, travel atau mitra yang bisa membantu penyelenggaraan wisata di Labuan Bajo," ujar Frans Teguh yang pernah menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Badan Penyelenggara Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).

Ia menekankan bisnis pariwisata merupakan bisnis kepercayaan dan prinsip kepercayaan itu berdasarkan informasi secara komprehensif berdasarkan media yang kredibel dan sumber-sumber yang terpercaya.

Sehingga, lanjut dia, para wisatawan sebelum melakukan aktivitas diminta untuk membekali diri dengan informasi terkini dan berasal dari sumber yang yang terpercaya.

"Ada persepsi atau sentimen di Labuan Bajo ini kayaknya kok tidak aman, padahal harus dibedakan ada kasus yang mungkin dipicu oleh ketidakcermatan pengunjung untuk mendapatkan informasi-informasi yang lebih utuh terkait dengan aktivitas wisata selama ada di Labuan Bajo. Apalagi kalau yang menyangkut transaksi pembayaran atau informasi mengenai biaya dan lainnya," kata Frans Teguh.

Pada era post-truth atau pascakebenaran, lanjutnya, informasi palsu tanpa fakta membanjiri ruang publik dan membentuk persepsi. Akibatnya, kabar berbasis kenyataan "tenggelam" di tengah keriuhan dan akhirnya diabaikan.

Karena itu wisatawan diminta tidak hanya mencari informasi, namun melakukan pengecekan untuk memastikan kebenaran informasi.

"Kami berharap bahwa kita juga memperhatikan aspek-aspek yang terkait dengan kenyamanan, keamanan pengunjung, lalu tanggung jawab kita dalam pengelolaan. Tapi satu sisi kita berharap informasi yang kita sajikan juga informasi-informasi yang terpercaya, sehingga wisatawan mendapatkan satu informasi yang valid yang bisa dipakai, bisa digunakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan di Labuan Bajo," katanya.

Sebelumnya Kepala Satuan Reskrim Polres Manggarai Barat AKP Lufthi Darmawan Aditya menyatakan kasus dugaan penipuan di Labuan Bajo terhadap wisatawan asal Inggris, Mattew (35), berakhir damai pada Rabu (23/7).

Keputusan tersebut diambil setelah para terduga pelaku menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada wisatawan mancanegara itu dan korban telah menyatakan tidak akan melanjutkan kasus ini ke ranah hukum.

"Kami sudah pertemukan korban dengan terduga pelaku, korban memutuskan tidak melanjutkan kasus ini karena telah menerima permintaan maaf dari para terduga pelaku," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

31 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

55 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.