Kemenekraf dan Pemprov Perkuat Ekonomi Kreatif
📅 Rabu, 14 Jan 2026, 20:34 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: ist
JAKARTA — Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menilai kolaborasi antara MRT Jakarta dan Tahilalats sebagai langkah konkret dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, khususnya pemanfaatan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) lokal di ruang publik perkotaan.Hal itu disampaikan Riefky saat menghadiri peresmian toko kolaborasi bertajuk “Tahilalats Station” di Kompleks Stasiun MRT Dukuh Atas BNI, Jakarta Pusat, Rabu (14/1), bersama Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno.
Menurut Riefky, kerja sama tersebut menjadi contoh sinergi positif antara pemerintah, BUMD, dan pelaku industri kreatif dalam membuka ruang ekonomi baru berbasis IP lokal. Ia menilai, transportasi publik memiliki potensi besar sebagai etalase produk kreatif nasional.
“Sekali lagi selamat atas diresmikannya Station Tahilalats. Mudah-mudahan ini juga akan terus membangkitkan IP-IP Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan juga masuk ke pasar global,” ujar Riefky. Dia mendorong agar lebih banyak kolaborasi serupa dikembangkan di berbagai sektor dan ruang publik. Langkah ini akan mampu memperluas pasar pelaku kreatif sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia di tengah arus globalisasi.
Tahilalats Station menghadirkan penjualan merchandise, makanan dan minuman. Ini juga memberi fasilitas photobox dalam satu lokasi di kawasan stasiun MRT. Konsep tersebut dinilai sejalan dengan upaya menghadirkan pengalaman ekonomi kreatif yang dekat dengan aktivitas masyarakat urban.
Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, menyampaikan, Pemprov mendukung penuh kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari pengembangan kota. Dia menyebut MRT Jakarta kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga ruang interaksi dan aktivitas ekonomi kreatif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sepanjang Desember 2025, MRT Jakarta mencatat rata-rata 141.872 pelanggan per hari, melampaui target bulanan. Khusus Stasiun Dukuh Atas BNI, jumlah pelanggan mencapai hampir 781.000 orang dalam satu bulan, tertinggi di seluruh jaringan MRT Jakarta.
Rano menilai tingginya mobilitas tersebut menjadi peluang strategis bagi pelaku ekonomi kreatif untuk menjangkau pasar yang luas. “Sinergi antara MRT dan brand kreator lokal menunjukkan bahwa transportasi publik dapat tumbuh bersama karya anak bangsa,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat semakin terintegrasi dengan ruang-ruang publik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Jakarta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!