Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Keindahan 'Blue Flame' pada Dini Hari

📅 Sabtu, 08 Apr 2023, 06:30 WIB | Oleh:
Keindahan 'Blue Flame' pada Dini Hari Doc: GOH CHAI HIN / AFP

Cara menikmati Kawah Ijen adalah dari dini hari menuju siang hari. Pasalnya pada kondisi gelap itu wisatawan dapat menikmati keindahan Api Biru (blue flame) yang hanya ada dua di dunia, salah satunya di negara Islandia yang dikenal sebagai negaraThe Land of Fire and Ice.

Fenomenablue flamedi Kawah Ijen biasanya muncul setiap dini hari pukul 02.00-04.00 WIB. Kobaran api biru di tengah gelapnya malam, menciptakan nyala cahaya yang begitu indah dipandang mata. Inilah yang menjadi alasan wisatawan baik lokal maupun mancanegara datang ke Kawah Ijen pada pagi buta yang sangat dingin.

Fenomena alam langka tersebut memang hanya terbentuk di kawasan gunung berapi. Api biru merupakan hasil dari reaksi gas bumi yang bertemu dengan oksigen pada suhu tertentu. Tidak semua reaksi tersebut menciptakan api biru menjadikan Kawah Ijen menjadi sangat spesial.

Keberadaan api biru mungkin telah ada sejak lama. Namun hal ini baru diketahui sekitar tahun 1950-an oleh para penambang belerang yang bekerja pada gelap malam. Saat ini penambangan belerang menjadi aktivitas yang menjadi perhatian masyarakat.

Perjuangan para penambang belerang tidaklah mudah. Mereka harus turun dari bibir kawah yang sedalam 300 meter dengan kemiringan 45 hingga 60 derajat untuk mengambil belerang. Lalu bongkahan belerang itu dibawa naik dengan keranjang yang dipukul lalu turun sejauh 3,5 kilometer ke tempat penampungan.

Seorang penambang belerang rata-rata mampu mengangkut belerang seberat 150-200 kilogram per hari dalam beberapa kali angkut. Harga untuk 1 kilogram belerang sekitar 1.250 rupiah per kilogram. Artinya mereka menghasilkan pendapatan 187.000 hingga 250.000 rupiah.

Aktivitas penambangan sangat beresiko di tengah semburansolfataraterdapat gas sulfur dioksida (SO2) yang berbahaya bagi jiwa. Gas tidak berwarna dengan bau menyengat merupakan cairan yang mendapatkan tekanan dan larut dalam air dengan sangat mudah.

Sayangnya untuk menghindari gas ini para penambang hanya menggunakan penutup dari kain seadanya. Namun mereka demikian mereka memiliki trik untuk menghindari paparan gas tersebut dengan mengetahui arah berhembusnya angin. Itulah yang membuat mereka bisa selamat dan tidak berpikir untuk beralih profesi.

Saat ini para penambang masih menggunakan cara yang sangat sederhana untuk "menangkap" belerang. Mereka memasang pipa yang terbuat dari besi (pawon) berdiameter 16-20 sentimeter. Setiap pipa panjangnya 1 meter agar mudah memasang dan menggantinya jika rusak.

Pipa tersebut dipasang sambung menyambung mulai dari tebing atas dimana titiksolfatarayang suhunya mencapai 200 derajat Celcius sekaligus sebagai sumber belerang hingga dasar tebing yang jauhnya antara 50-150 meter. Melalui pipa tersebut gas belerang dialirkan kemudian tersublimasi di ujung pipa bagian bawah dan siap ditambang.

Apabila salah satu pipa rusak karena korosif, maka uap belerang tidak mengalir sempurna dan terlepas ke udara bebas dan tidak sempat tersublimasi. Kendala lainnya adalah ketika suhusolfataranaik melampaui 200 derajat Celsius, maka uap belerang tidak sempat tersublimasi karena terbakar. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.