Kebakaran Hutan di Riau Meluas, Kabut Asap Capai Malaysia
📅 Selasa, 22 Jul 2025, 14:40 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Jakarta Globe
JAKARTA — Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, telah membakar lebih dari 229 hektar lahan, memicu kabut asap yang mulai menyebar ke wilayah Malaysia. Upaya pemadaman terus dilakukan meski terkendala oleh medan berbukit dan keterbatasan sumber air di lokasi kebakaran.
Petugas di lapangan menghadapi kesulitan karena banyak titik api tidak bisa dijangkau oleh tim darat. Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Jim Gafur, mengatakan pihaknya akan menambah tiga unit helikopter pengebom air untuk memperkuat pemadaman dari udara.
“Saat ini, hanya dua helikopter yang beroperasi, satu sedang dalam perawatan, dan satu lagi bekerja di Rokan Hilir,” kata Gafur pada Senin. Ia menambahkan bahwa pengeboman air dari udara menjadi satu-satunya cara efektif memadamkan api di lokasi yang sulit diakses.
Kebakaran terjadi di lereng-lereng bukit dengan sumber air terbatas, sehingga pemadaman melalui jalur darat tidak memungkinkan. Sementara itu, kebakaran juga melanda Dumai dan telah menghanguskan sekitar 35 hektar lahan gambut yang dalam dan mudah terbakar.
Kapolres Dumai, Angga Herlambang, menyebutkan bahwa sekitar 100 personel dari TNI, Polri, dan BPBD dikerahkan untuk menangani kebakaran. “Asap terlihat di atas tanah dan api membakar di bawah tanah,” ujarnya pada Selasa, menggambarkan kesulitan yang dihadapi tim pemadam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Pekanbaru melaporkan bahwa kabut asap dari kebakaran di Riau telah terbawa angin tenggara dan mulai berdampak di Malaysia. Citra satelit menunjukkan bahwa asap berasal dari wilayah Rokan Hilir dan bergerak ke utara menuju perbatasan.
“Jika jumlah titik api meningkat, kabut asap diperkirakan akan berdampak pada Malaysia. Jika kebakaran dapat dikendalikan, penyebarannya akan berkurang,” kata Bibin S, prakirawan BMKG di Pekanbaru.
Data BMKG menunjukkan terdapat 582 titik panas (hotspot) di seluruh wilayah Riau, dengan konsentrasi tertinggi di Rokan Hilir sebanyak 244 titik dan Rokan Hulu 192 titik. Titik panas lainnya tersebar di Kampar, Bengkalis, Pelalawan, Siak, Kepulauan Meranti, Kota Dumai, dan Pekanbaru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Akibat memburuknya kondisi kebakaran, kualitas udara di Kota Pekanbaru pada Selasa sore tercatat berada dalam kategori tidak sehat. Partikulat di udara tercatat mencapai 65,8 mikrogram per meter kubik, jauh di atas ambang batas aman yang ditetapkan.
Pemerintah daerah dan instansi terkait terus mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker di daerah terdampak. Di sisi lain, upaya pemadaman kebakaran lahan terus diintensifkan agar penyebaran asap lintas batas dapat ditekan.
Selain itu, koordinasi lintas sektor antara BPBD, BMKG, TNI, Polri, dan masyarakat terus ditingkatkan untuk mencegah meluasnya titik api. Pemerintah pusat juga diharapkan memberikan dukungan tambahan berupa peralatan dan sumber daya untuk mempercepat proses pemadaman.
Kebakaran hutan dan lahan ini menjadi sorotan karena dampaknya tidak hanya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat lokal, tetapi juga terhadap hubungan bilateral dengan negara tetangga yang terdampak kabut asap.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!