Kebakaran Hanguskan 87,81 Hektare Lahan Mineral di Riau
📅 Kamis, 01 Mei 2025, 22:33 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: ANTARA/HO-BNPB
JAKARTA - Kebakaran menghanguskan sedikitnya 87,81 hektare lahan mineral di delapan wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Riau pada medio Januari-April tahun ini, sebagaimana yang dikonfirmasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Hingga Rabu (30/4), luas lahan yang terbakar tercatat 87,81 hektare, yang tersebar di delapan kabupaten dan kota," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Dia mengungkapkan bahwa penanganan kebakaran lahan yang masing-masing tersebar di Kabupaten Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Kampar, Pelalawan, Kota Dumai, dan Pekanbaru itu sampai saat ini masih terus dilakukan oleh tim petugas gabungan.
BNPB memastikan tim petugas gabungan dari segenap unsur teknis pemerintah daerah, TNI, Polri dan Manggala Agni Kementerian Kehutanan itu juga terus memantau perkembangan titik panas atau hotspot sehingga tidak membesar dan membakar lahan lebih luas pada wilayah rawan lain di Provinsi Riau.
BNPB yang merupakan koordinator desk kebakaran hutan dan lahan (Desk Karhutla) sebelumnya melaporkan bahwa dalam satu dekade terakhir (2014–2024), Provinsi Riau mengalami 374 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) atau setara 41,75 persen dari total bencana, dan menempati urutan kedua setelah banjir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Puncak kejadian karhutla di Riau terjadi pada 2023 dengan 176 kasus. Namun pada tahun 2024 turun drastis menjadi 10 kejadian kebakaran.
Untuk mempertahankan tren positif dalam menekan kasus karhutla selama musim kemarau tahun ini yang puncaknya diprediksi berlangsung bulan Juni - Juli, maka Gubernur Provinsi Riau dan diikuti sejumlah bupati-wali kota sudah menetapkan status tanggap darurat karhutla.
Kepala BNPB Suharyanto dalam rapat koordinasi kesiapsiagaan karhutla nasional di Pekanbaru, Riau, Selasa (29/4) menekankan bahwa kebijakan menetapkan status tanggap darurat tersebut memungkinkan distribusi sumber daya tenaga, anggaran hingga teknis penanggulangan karhutla di Provinsi Riau bisa berjalan cepat dan optimal.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kesiapsiagaan menjadi tugas yang dilakukan secara bersama-sama demi meminimalkan risiko dari potensi bencana hidrometeorologi kering selama menghadapi musim kemarau tahun ini," kata dia. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!