Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cafe Brasserie Expo 2025, Pemeran Kopi, Teh, Cokelat, dan Wine Segera Digelar

📅 Rabu, 01 Okt 2025, 18:38 WIB | Oleh:
Cafe Brasserie Expo 2025, Pemeran Kopi, Teh, Cokelat, dan Wine Segera Digelar Doc: Koran Jakarta - Haryo Brono
Ket. Para pembicara dalam konferensi pers penyelenggaraan Café Brasserie Expo (CBE) 2025 di Jakarta pada hari Rabu (1/10). Acara itu akan akan digelar pada tanggal 10–12 Oktober 2025 di NICE Hall 11, PIK 2.

JAKARTA - Sebuah pengalaman baru hadir dalam dunia gaya hidup dan kuliner Indonesia. Bertepatan dengan Hari Kopi Internasional, Café Brasserie Expo (CBE) 2025 yang diselenggarakan oleh Panorama Media menggelar konferensi pers untuk menyambut perhelatan utamanya pada 10–12 Oktober 2025 di NICE Hall 11, PIK 2.

CBE 2025 akan dibuka dengan eksplorasi rasa yang mempertemukan elemen khas seperti kopi, teh, cokelat, dan wine dalam satu panggung. Mengusung tema ‘eksplorasi rasa dan identitas,’ CBE menjadi ruang ekspresi yang mempertemukan inovasi produk makanan dan minuman (food & beverages) seperti kopi, teh, cokelat, dan wine.

Selain itu pameran ini menawarkan berbagai elemen dari sektor lifestyle, mulai dari teknologi, kesehatan, otomotif, fashion, hingga kecantikan. Melalui berbagai pengalaman interaktif, pengunjung diajak memahami bukan hanya rasa, tapi juga nilai, kisah, dan semangat keberlanjutan serta koneksi sosial yang relevan bagi generasi masa kini.

CBE yang didukung oleh Kementrian Ekonomi Kreatif (EKRAF) sebagai bentuk penguatan potensi lokal dan pertumbuhan industri tren konsumen modern di Indonesia. Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen untuk memperkuat peran UMKM dan brand lokal agar lebih dikenal dan berdaya saing.

Project Manager CBE 2025 Luhur Tri Atmojo, menuturkan, Café Brasserie Expo 2025 adalah ruang di mana rasa bukan hanya untuk dikonsumsi, tapi untuk diselami dan dipahami. Pihaknya ingin menghadirkan cerita di balik setiap cangkir kopi, setiap lembar daun teh, hingga setetes wine, yang semuanya merepresentasikan proses, nilai, dan budaya.

“Di saat yang sama, CBE juga menjadi ruang untuk merayakan gaya hidup dan koneksi yang bermakna lewat rasa,” ujar dia dalam konferensi pers penyelenggaraan CBE 2025 di Jakarta pada hari Rabu (1/10).

Dari sisi industri, pameran ini juga disambut positif oleh para pelaku dan asosiasi. Menurut Andrew Saputro, Ketua Bidang Kerjasama & Promosi Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI), CBE adalah momentum penting bagi pelaku F&B, dari korporasi hingga UMKM, untuk terhubung langsung dengan konsumen, memperkenalkan inovasi, dan memperkuat posisi mereka di pasar nasional maupun global.

“GAPMMI juga akan mengadakan sesi gathering khusus bagi para anggota selama acara berlangsung, sebagai wadah membangun jejaring dan kolaborasi.”

Selama tiga hari penyelenggaraan, CBE menghadirkan berbagai aktivitas dan pengalaman yang wajib dicatat oleh para pengunjung.  Interactive zone menyajikan eksplorasi kopi, teh, cokelat, wine dan produk-produk lifestyle.

Peluncuran produk terbaru dari brand & pelaku industri. Sesi tasting & brewing, workshop, talkshow, dan business talk. Kompetisi & Indonesia Coffee in Good Spirits Championship oleh SCAI. Kompetisi & Indonesian Drinking Chocolate Competition & oleh ACBI.

Sculpture Chocolate Live Show & Chocolate Fountain Installation setinggi 3 meter oleh Dapur Coklat. Music Entertainment. Hingga stamp rally berhadiah menarik untuk pengunjung Dengan tiket masuk gratis dan lokasi strategis di kawasan PIK 2, CBE 2025 menjadi destinasi yang wajib dikunjungi bagi pecinta kopi, penikmat teh, penggiat kuliner, maupun mereka yang sekadar ingin merasakan pengalaman rasa yang otentik dan berbeda.

“Bukan cuma soal pameran, tapi soal pengalaman. Di sini, siapa pun bisa melihat langsung perjalanan kopi, dari biji sampai ke cangkir, berbincang dengan para pelaku industri, dan menyaksikan bagaimana kompetisi seperti Indonesia Coffee in Good Spirits Championship menjadi ajang unjuk kualitas dan kreativitas di industri kopi,” ujar Gusti Laksamana, Sekretaris Jenderal AKSI-SCAI.

Sementara dari sisi cokelat, Aprilia Meilisa dari ACBI menambahkan, Indonesia merupakan penghasil coklat terbesar nomor tiga di dunia. Namun sayangnya konsumsi cokelat masyarakat masih kecil dibandingkan dengan negara Eropa yang tidak memiliki pohon cokelat sama sekali.

“Banyak orang belum tahu kalau cokelat lokal punya karakter dan cerita yang unik. Maka dari itu, lewat Café Brasserie Expo dan juga kompetisi Indonesian Drinking Chocolate Competition pengunjung bisa mencicipi, mengenal, dan menghargai proses di balik setiap batang cokelat buatan tangan para pelaku lokal, sekaligus menyaksikan bagaimana kualitas dan kreativitas mereka ditampilkan dalam sebuah kompetisi terbuka,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.