Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kebakaran di Pemukiman Padat Bandung,12 Rumah Hangus Terbakar

📅 Minggu, 24 Mar 2024, 11:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebakaran di Pemukiman Padat Bandung,12 Rumah Hangus Terbakar Doc: ANTARA/Rubby Jovan
Ket. Lokasi kebakaran yang menghanguskan 12 unit rumah di kawasan padat penduduk Cinta Asih, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/3/2024).

BANDUNG - Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung mengerahkan 10 unit armada pemadam guna mengatasi peristiwa kebakaran pemukiman padat penduduk di kawasan Cinta Asih, Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan Operasi Pemadaman dan Penyelamatan Diskar PB Kota Bandung, M Yusuf Hidayat mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran tersebut pada pukul 03.30 WIB dan berhasil dipadamkan pukul 07.00 WIB.

"Dari hasil pendataan sementara Diskar PB Kota Bandung mengenai peristiwa kebakaran di kawasan Cinta Asih ada sebanyak 12 unit rumah yang terbakar," kata Yusuf di Bandung, Minggu (24/3).

Yusuf mengatakan petugas yang menerima laporan warga juga langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman dengan mengerahkan langsung 10 unit armada pemadam kebakaran, karena api sangat cepat menjalar, khususnya di pemukiman padat penduduk.

"Untuk unit yang diterjunkan ada 10 unit dari UPT Barat, Selatan dan Mako Pusat yang membantu saat kejadian kebakaran dini hari tadi," kata dia.

Dia mengaku saat kejadian, petugas kesulitan memadamkan api menuju lokasi kebakaran, karena terkendala akses yang sulit dilalui oleh mobil pemadam.

"Akses jalan pun sulit, mobil itu tidak bisa masuk. Dari unit mobil ke lokasi itu kurang lebih 800 meter, sehingga kita menggelar selang menuju lokasi kebakaran," katanya.

Adapun terkait penyebab terjadinya kebakaran, petugas baru akan melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran usai api berhasil dilakukan pendinginan.

"Dugaan saat ini belum kita bisa investigasi ya, karena kita berfokus terhadap pemadaman dan penyekatan, jangan sampai api itu menjalar ke bangunan-bangunan lain," kata Yusuf.

Lebih lanjut, Yusuf mengimbau masyarakat mewaspadai kebakaran selama bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1445 Hijriah, karena aktivitas rumah tangga cenderung meningkat dibanding hari-hari biasa.

Dia menambahkan pemicu kebakaran sering terjadi, karena pemilik rumah lupa mengontrol kompor atau alat listrik setelah memasak menu berbuka puasa atau usai masak sahur.

"Nah ini hati-hati untuk sahur maupun saat berbuka jangan sampai meninggalkan listrik atau kompor menyala saat meninggalkan rumah, terutama saat pergi shalat tarawih," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.