Kasusnya Melonjak di DKI, Combiphar Gandeng Kader PKK Lawan Risiko ISPA di Musim Pancaroba
📅 Sabtu, 18 Apr 2026, 14:47 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – Perubahan cuaca ekstrem di musim pancaroba kembali menjadi sorotan utama di sektor kesehatan ibu kota. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 2,5 juta kasus ISPA sepanjang Januari - November 2025.
Tingginya angka kasus ISPA disebabkan oleh berbagai faktor risiko, dan salah satunya adalah perubahan cuaca. Kondisi ini menegaskan pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan edukasi masyarakat agar dapat bertindak cepat dan efektif.
Menanggapi situasi tersebut, serta sebagai wujud kepedulian nyata terhadap kesehatan masyarakat, Combiphar melalui program Combi Hope dalam rangkaian perayaan 55 tahun Combiphar “Sehatkan Kini, Menangkan Esok”, berkolaborasi dengan Kantor Kecamatan Pancoran menyelenggarakan edukasi kesehatan bertajuk “Waspada ISPA di Musim Pancaroba: Jaga Kesehatan Pernapasan Keluarga” di Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.
Kegiatan ini menghadirkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang didukung oleh Comtusi, obat batuk yang telah lebih dari 30 tahun dipercaya dan diresepkan oleh dokter di Indonesia. Selain itu, program ini juga mencakup penyuluhan bagi ratusan kader PKK, Posyandu, dan Dasa Wisma sebagai garda terdepan di masyarakat, guna meningkatkan pemahaman dalam mengenali jenis batuk dan memilih pengobatan yang tepat.
Direktur Combiphar, Weitarsa Hendarto, menyatakan bahwa selama 55 tahun, Combiphar telah menghadirkan solusi kesehatan yang tepercaya bagi keluarga Indonesia. Sejalan dengan semangat "Sehatkan Kini, Menangkan Esok”, perusahaan tidak hanya menyediakan produk, tetapi juga melakukan tindakan nyata bagi masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kegiatan edukasi ini adalah langkah konkret Combiphar untuk memperkuat pertahanan kesehatan keluarga dari lini terdepan, yaitu para ibu kader penggerak sosial pemberdayaan, kesejahteraan dan kesehatan warga,” ujarnya melalui siaran pers pada hari Sabtu (18/4).
Suku Dinas Kesehatan pun menyambut baik sinergi ini. Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan, Debi Intan Sari, menjelaskan bahwa melihat tren kasus ISPA di Jakarta Selatan yang cenderung meningkat saat musim pancaroba, kolaborasi proaktif seperti yang dilakukan Combiphar ini sangat pihaknya hargai karena inilah yang dibutuhkan masyarakat.
“Ini adalah contoh ideal implementasi gerakan masyarakat (Germas) di lapangan, di mana edukasi langsung ke masyarakat menjadi kunci untuk mengendalikan penyebaran penyakit dan menjaga status kesehatan warga,” ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
GM Marketing-Consumer Healthcare Combiphar, Sandi Wijaya, menuturkan menjelang musim pancaroba, risiko batuk meningkat signifikan. Yang sering luput, batuk bukan sekadar ketidaknyamanan, tetapi juga memiliki biaya tersembunyi, mulai dari terganggunya istirahat, menurunnya fokus, hingga berkurangnya produktivitas.
“Jika tidak ditangani dengan tepat, dampaknya dapat menjadi kerugian nyata. Karena itu, pemahaman jenis batuk dan penanganan yang tepat sangat penting,” ucapnya.
Camat Kecamatan Pancoran, Alamsah, menyampaikan penghargaannya kepada Combiphar atas inisiatif yang diselenggarakan bagi warganya. Berdasarkan data dari Puskesmas Kecamatan Pancoran, pihaknya memvalidasi adanya tren peningkatan kasus ISPA yang signifikan sejak awal tahun 2026.
Puncaknya terjadi di bulan Februari, khususnya pada minggu keenam yang mencapai lebih dari 1.000 kasus. Meskipun sempat menurun di bulan Maret, trennya masih fluktuatif dan menunjukkan risiko yang tinggi hingga awal April.
“Data ini mengonfirmasi bahwa kondisi musim pancaroba saat ini, yang mendorong warga lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan, sangat rentan terhadap penularan. Oleh karena itu, perlu ada upaya bersama seperti kolaborasi dengan Combiphar hari ini, untuk memastikan masyarakat kami punya bekal yang cukup untuk menjaga kesehatan keluarganya,” ungkapnya.
dr. Clavelina Astriani - Sr. Medical Affairs Manager Combiphar, yang memberikan paparan pada acara tersebut menjelaskan bahwa pada masa pancaroba, perubahan pola cuaca seperti suhu dan kelembapan dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!