Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kanada Sebut Tiongkok Punya Peran Menjaga Keamanan Laut Merah

📅 Senin, 19 Feb 2024, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kanada Sebut Tiongkok Punya Peran Menjaga Keamanan Laut Merah Doc: CNA/REUTERS/Valentyn Ogirenko
Ket. Menlu Kanada Melanie Joly berbicara dalam konferensi pers bersama Menlu Ukraina Dmytro Kuleba, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, 2 Februari 2024.

OTTAWA - Menteri Luar Negeri Kanada Melanie Joly, Minggu (18/2), mengatakan, Tiongkok harus berperan dalam menjaga keamanan Laut Merah karena kapal-kapal Tiongkok juga berisiko di sana. Ia mendesak Beijing untuk berhenti membantu Rusia menghindari sanksi internasional.

Dalam sebuah wawancara, Joly mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dalam pertemuan bilateral pada hari Sabtu bahwa Beijing perlu "membantu mempengaruhi Houthi agar Laut Merah tetap terbuka."

"Ini demi kepentingan Tiongkok sebagai eksportir," kata Joly kepada Reuters melalui telepon pada hari terakhir Konferensi Keamanan Munich.

Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman telah melancarkan serangkaian serangan di Laut Merah terhadap kapal-kapal komersial, termasuk kapal tanker minyak M/T Pollux yang menurut para pejabat AS terkena rudal pada hari Jumat.

Serangan tersebut, yang menurut kelompok Houthi bertujuan untuk mendukung warga Palestina di Gaza, telah meningkatkan biaya pengiriman dan asuransi dengan mengganggu jalur perdagangan utama antara Asia dan Eropa yang banyak digunakan oleh kapal-kapal dari Tiongkok. AS dan Inggris sama-sama mendesak Tiongkok untuk melakukan intervensi melalui Iran untuk mengendalikan serangan tersebut.

Joly juga mengatakan, dia berbicara dengan Yi, memastikan sanksi Barat terhadap Rusia tetap berlaku seiring berlanjutnya perang di Ukraina.

"Kita perlu memberikan tekanan maksimal pada Rusia," kata Joly. "Sanksi kami kuat, namun Tiongkok tidak bisa menjadi celah dalam sistem sanksi kami."

Tahun lalu Rusia melampaui Arab Saudi menjadi pemasok minyak mentah terbesar bagi Tiongkok karena importir minyak mentah terbesar di dunia menentang sanksi Barat untuk membeli minyak dengan harga diskon dalam jumlah besar untuk pabrik pengolahannya.

Pabrik penyulingan Tiongkok menggunakan pedagang perantara untuk menangani pengiriman dan asuransi minyak mentah Rusia untuk menghindari pelanggaran sanksi Barat.

Setelah pertemuan hari Sabtu dengan Joly, Yi berbicara tentang perlunya "membangun kembali kepercayaan" dengan Kanada setelah bertahun-tahun mengalami ketegangan diplomatik.

Hubungan Tiongkok-Kanada menjadi dingin pada akhir 2018 ketika polisi Kanada menahan seorang eksekutif telekomunikasi Tiongkok. Tak lama setelah itu, Beijing menangkap dua warga Kanada atas tuduhan mata-mata.

Hubungan kedua negara tetap tegang hampir sepanjang tahun lalu ketika parlemen Kanada menyelidiki dugaan campur tangan Tiongkok dalam pemilu, sebuah klaim yang berulang kali dibantah Tiongkok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.