Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kabar Gembira, RSCM Berhasil Operasi Transplantasi Hati Pasien Dewasa Dengan Komorbid

📅 Senin, 22 Apr 2024, 00:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Gembira, RSCM Berhasil Operasi Transplantasi Hati Pasien Dewasa Dengan Komorbid Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Direktur Utama RSUPN RSCM dr. Supriyanto dalam konferensi pers terkait keberhasilan RSCM menangani transplantasi hati pada pasien dewasa, Jakarta. Minggu (21/4/2024).

Jakarta - Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta berhasil melakukan operasi transplantasi hati pasien dewasa yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid.

Tindakan dilakukan pada Jumat (19/4) lalu pada pasien pria berusia 54 tahun dengan komorbid sirosis hati dan kanker hati, dengan pendonor merupakan kakak ipar pasien yang berusia 55 tahun.

Ketua Tim Transplantasi Hati dari RSCM Prof Hanifah Oswari dalam keterangan di Jakarta, Minggu, mengatakan persiapan tindakan membutuhkan waktu yang cukup panjang, meskipun RSCM berpengalaman dalam melakukan operasi transplantasi hati sejak 2010.

"Ada proses untuk menilai bagaimana seorang donor ini betul-betul dalam kondisi baik dan dia tidak dalam kondisi tidak bisa memutuskan. Jadi, ada tim advokasi yang menilai apakah donor ini layak menjadi donor dan tidak ada proses jual beli di situ," katanya.

Hanifah menjelaskan operasi transplantasi hati ke-89 yang dilakukan oleh RSCM tersebut dilakukan setelah resipien dan pendonor dinyatakan cocok.

Proses operasi, ungkap dia, melibatkan berbagai disiplin ilmu, dokter spesialis, serta di bawah supervisi Prof Seisuke Sakamoto dari National Center for Child Health and Development (NCCHD), Jepang.

Ia menyatakan pihaknya memastikan pasien dalam kondisi stabil pascaoperasi. Kendati demikian, tim medis RSCM terus memantau perkembangan kondisi kesehatan pasien maupun pendonor.

Hal tersebut dilakukan sebagai langkah untuk memastikan pasien dalam kondisi sehat setelah operasi dan dapat hidup lebih panjang, tidak hanya setahun, tetapi hingga lima sampai sepuluh tahun dan seterusnya.

"Kami menilai angka keberhasilan dari satu tahun, bagaimana dia bisa hidup setelah transplantasi. Saat ini, tingkat keberhasilanone year survival ratetransplantasi hati di RSCM sudah mencapai 82 persen," ujarnya.

Persentase tersebut, lanjut Hanifah, sudah setara dengan capaian rumah sakit lain di Asia seperti Jepang dan Singapura, yang menunjukkan bahwa layanan transplantasi hati di RSCM telah mengalami kemajuan yang luar biasa dan mampu bersaing di tingkat internasional.

Pada masa mendatang, ucap dia, RSCM akan terus meningkatkan kemampuan agar dapat melaksanakan operasi transplantasi hati secara mandiri, sembari terus melakukan pengampuan terhadap rumah sakit di daerah agar mampu melakukan tindakan transplantasi hati.

"Kami juga punya tugas untuk mengampu RS lain di Indonesia, sehingga transplantasi hati dan ginjal tidak hanya di RSCM saja, tetapi juga rumah sakit lain di daerah, sehingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat luas," tutur Hanifah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.