Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jogja International Heritage Festival 2025 Angkat Wayang di Era Digital

📅 Kamis, 25 Sep 2025, 15:00 WIB | Oleh:
Jogja International Heritage Festival 2025 Angkat Wayang di Era Digital Doc: Dok. Youtube JIHF 2025

YOGYAKARTA – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) kembali menyelenggarakan Jogja International Heritage Festival (JIHF) 2025 pada 24–25 September di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Festival bertaraf internasional ini mengusung tema “Wayang dalam Bayang Dunia Serba Layar” dengan menghadirkan pertunjukan wayang lintas generasi sekaligus lintas negara.

JIHF 2025 dirancang sebagai ruang perjumpaan budaya yang mempertemukan seniman, akademisi, dan masyarakat luas untuk merayakan kekayaan tradisi wayang. Festival ini sekaligus menegaskan komitmen Pemda DIY dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya dunia agar tetap relevan bagi lintas generasi maupun lintas bangsa.

Beragam agenda mewarnai perhelatan tersebut, mulai dari Sarasehan Wayang Internasional, Lomba Penulisan bertema “Wayang Menjawab Tantangan Global”, Lomba Menggambar dan Mewarnai Wayang, hingga Pagelaran 100 Dalang Maneka Wayang Satus Dalang. Pertunjukan Wayang Orang Pedalangan yang melibatkan seniman dari berbagai usia turut menjadi magnet utama.

Kehadiran seratus dalang dalam satu panggung menampilkan ragam bentuk wayang dari berbagai daerah di Nusantara, seperti Wayang Babad, Wayang Reog Ponorogo, Wayang Calung Banyumas, Wayang Republik, Wayang Gedhog Pakualaman, hingga Wayang Rakyat.

Tidak hanya dari dalam negeri, sejumlah dalang mancanegara juga ikut memeriahkan melalui Wayang Daring Internasional. Seniman asal Thailand, China, dan Jepang menghadirkan tafsir baru atas kisah klasik Jawa, menunjukkan bahwa wayang telah menjadi medium lintas budaya dengan jangkauan global.

Pembukaan JIHF 2025 berlangsung pada Rabu (24/9) sore di Halaman Gedung Sendratasik ISI Yogyakarta. Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Hukum dan Pemerintahan, Sukamto, hadir mewakili Sekretaris Daerah DIY. Turut mendampingi, Wakil Rektor Bidang I ISI Yogyakarta, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten/Kota se-DIY, Direktur Akademi Komunitas Yogyakarta, Ketua PEPADI DIY, dan para tamu undangan.

Sebelumnya dilakukan penandatanganan implementation agreement antara Dinas Kebudayaan DIY dan ISI Yogyakarta. Prosesi pembukaan ditandai dengan pemotongan tumpeng, pemukulan kenong, serta penyerahan Kayon kepada dalang asal Singapura, Ki Jan Mrasek.

Dalam sambutan yang dibacakan Sukamto, Sekretaris Daerah DIY menegaskan bahwa wayang adalah cermin kehidupan manusia. “Wayang adalah wewayanging ngaurip, gambaran tentang diri kita, tentang cahaya dan bayangan yang selalu hadir dalam perjalanan manusia. Di balik kelir, kita menyaksikan drama kehidupan: ada kebaikan dan keburukan, peperangan dan perdamaian, cinta dan pengkhianatan,” ujarnya.

Sukamto menambahkan, filosofi wayang tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi juga mengandung tuntunan dan tatanan. Wayang menjadi media pembelajaran nilai hidup, harmoni, dan kebijaksanaan. Tak heran jika UNESCO menetapkannya sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity.

Ia juga menekankan bahwa era digital membuka ruang baru bagi wayang untuk terus hidup. “Dari kelir hingga layar ponsel, dari panggung desa hingga ruang virtual, wayang tetap bertransformasi dan relevan dengan zaman. Inilah bukti daya lenting warisan budaya dalam menjawab tantangan global,” jelasnya.

Dalam konteks pendidikan karakter, Sukamto menyebutkan tiga nilai utama dalam wayang, yakni integritas, kerja sama, dan kemampuan mengelola perubahan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut penting ditanamkan kepada generasi muda dalam menghadapi dinamika kehidupan modern.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, dalam laporannya menyampaikan bahwa JIHF telah digelar lebih dari tujuh tahun dengan dua tema besar yang diangkat secara bergantian, yakni wayang dan keris. Tahun ini, festival kembali berfokus pada wayang dengan menggandeng ISI Yogyakarta dan PEPADI DIY.

Dian menjelaskan, tema “Wayang dalam Bayang Dunia Serba Layar” dipilih sebagai respons atas perkembangan dunia digital. Wayang kini tak hanya tampil di panggung konvensional, tetapi juga hadir di ruang-ruang virtual yang melintasi batas geografis, bahasa, dan budaya.

“JIHF 2025 menjadi sarana penting untuk membaca ulang wayang, baik dari sisi estetik, etika, kultural, maupun filosofis. Dengan hadirnya dalang lintas generasi dan negara, festival ini diharapkan menjadi ruang dialog kreatif serta negosiasi identitas budaya di tengah arus globalisasi,” tutur Dian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.