Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jangan Abai pada Anak, Para Orang Tua Harus Pahami Penyebab Stunting

📅 Rabu, 11 Okt 2023, 00:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jangan Abai pada Anak, Para Orang Tua Harus Pahami Penyebab Stunting Doc: ANTARA/HO-BKKBN Jabar
Ket. Kegiatan program komunikasi, informasi, dan edukasi terkait percepatan penurunan stunting yang dihadiri anggota Komisi IX DPR RI Putih Sari.

Karawang - Jangan abai pada anak, anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari, menyampaikan agar para orang tua memahami penyebab terjadinya stunting yang salah satunya karena kesalahan pola asuh anak.

"Stunting terjadi bukan karena kemiskinan atau ekonomi keluarga saja. Ada sejumlah faktor lain yang menjadi penyebabnya," kata Putih Sari, dalam keterangannya yang diterima di Kabupaten Karawang, Jabar, Selasa.

Ia mengingatkan, agar para orang tua dapat memahami penyebab terjadinya stunting serta melakukan upaya pencegahan agar program percepatan penurunan stunting bisa lebih maksimal.

Menurut dia, sunting terjadi bukan karena faktor kemiskinan atau ekonomi keluarga, tapi juga disebabkan kurangnya perhatian orang tua dan kesalahan pola asuh.

Selain kekurangan gizi dan kesalahan pola asuh, katanya, salah satu penyebab stunting adalah tidak menerapkan program KB di keluarga. Sebab, dengan tidak ber-KB maka angka kelahiran anak di keluarga tidak bisa direncanakan.

Dikatakannya, kehamilan yang terlalu dekat dan tidak terencana juga bisa jadi penyebab stunting.

"Apalagi jika kesehatan ibu terganggu karena terlalu sering melahirkan, sudah pasti pola asuhnya tidak maksimal dan bisa jadi anaknya nanti jadi stunting," katanya.

Putih Sari menyampaikan kalau penyebab stunting tersebut harus dipahami oleh para orang tua, agar mereka bisa lebih waspada terhadap penyebab terjadinya stunting.

Pada Selasa ini, BKKBN Provinsi Jawa Barat bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari, melaksanakan program komunikasi, informasi, dan edukasi terkait percepatan penurunan stunting di Desa Mekarjaya, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jabar.

Pada kesempatan itu, Putih Sari memberikan edukasi kepada puluhan orang tua di Desa Mekarjaya tentang program Bangga Kencana dan bahaya stunting bagi anak.

Sementara, Sekretaris BKKBN Jawa Barat Irfan Indriastono mengatakan bahwa ciri-ciri anak stunting bisa di lihat sejak kelahirannya.

"Setidaknya, ada dua ciri-ciri kondisi stunting yang harus diwaspadai orang tua, yakni ketika dilahirkan berat badannya kurang dari 2,5 kilogram dan tinggi badannya di bawah 48 centimeter.

"Ketika di lingkungan kita ada yang melahirkan dengan dua ciri tersebut, lebih baik diinformasikan kepada petugas KB di wilayahnya atau kepada pemerintah desa untuk segera ditindaklanjuti," kata Irfan menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.