Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jakbar Inspeksi Pangan Segar di Pasar Tradisional

📅 Kamis, 19 Jun 2025, 17:10 WIB | Oleh:
Jakbar Inspeksi Pangan Segar di Pasar Tradisional Doc: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Ket. Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat menginspeksi keamanan pangan segar di lima pasar tradisional dan 1 swalayan, Kamis (19/6).

JAKARTA - Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat menginspeksi keamanan pangan segar di lima pasar tradisional dan satu swalayan di wilayah tersebut pada Kamis.

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Barat, Novy C Palit menyebutkan bahwa kegiatan itu bertujuan untuk memberikan jaminan mutu keamanan pangan yang beredar di pasar tradisional dan swalayan.

"Itu untuk memastikan masyarakat terhindar dari mengonsumsi bahan pangan berbahaya," ujar Novy saat dihubungi di Jakarta.

Pengawasan keamanan pangan, kata Novy, digelar di lima pasar tradisional dan satu swalayan, yakni Pasar Pejagalan, Pasar Pos Pengumben, Pasar Kedoya Utara, Pasar Jembatan Besi, Pasar Jembatan Dua dan PT Lion Superindo Kedoya.

Petugas mengambil sampel komoditas produk pangan peternakan dan pertanian. "Sampel-sampel produk pangan diperiksa langsung di lokasi, di mobil uji laboratorium Dinas KPKP Jakarta yang ditempatkan di Lion Superindo Kedoya," ujar Novy.

Novy menuturkan, untuk sampel produk pertanian yang diperiksa di antaranya, anggur, apel merah, beras, cabe merah keriting, cabe rawit merah/gila, nangka muda, kacang panjang, sawi hijau, sawi putih, tomat dan kembang kol.

Sedangkan sampel produk peternakan yang diperiksa diantaranya, daging ayam dan daging sapi. Sampel produk itu diuji untuk residu pestisida, formalin dan eber.

"Sampel produk pangan yang periksa berjumlah 72 sampel dengan rincian 60 sampel pertanian dan 12 sampel peternakan, dari lima pasar tradisional dan satu swalayan," katanya.

Berdasarkan hasil uji laboratorium, semua sampel produk pangan aman dari paparan bahan kimia berbahaya.

Ia berharap dengan kegiatan itu, masyarakat terhindar dari cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat membahayakan kesehatan.

"Pengawasan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaku usaha mengenai pentingnya keamanan pangan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.