Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jaga Harga Gabah, Bulog Sumbar Imbau Petani Lakukan Tanam Serentak

📅 Selasa, 15 Apr 2025, 18:40 WIB | Oleh:
Jaga Harga Gabah, Bulog Sumbar Imbau Petani Lakukan Tanam Serentak Doc: Antara Foto
Ket. Seharusnya dan idealnya kita memang melakukan tanam padi yang serentak agar kebutuhan dan harga gabah tetap stabil," kata Pemimpin Perum Bulog Wilayah Sumbar Darma Wijaya.

Perum Bulog Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) menyarankan pemerintah bersama masyarakat khususnya petani untuk melaksanakan tanam serentak demi menjaga stabilitas harga gabah.

"Seharusnya dan idealnya kita memang melakukan tanam padi yang serentak agar kebutuhan dan harga gabah tetap stabil," kata Pemimpin Perum Bulog Wilayah Sumbar Darma Wijaya di Padang, Selasa.

Menurut dia, masing-masing kepala daerah memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat agar implementasi musim tanam padi dapat dilaksanakan secara serentak.

Kendati demikian, Darma memahami salah satu tantangan tanam serentak ialah kondisi cuaca atau kontur wilayah yang berbeda satu dengan lainnya. Oleh karena itu, pemangku kepentingan perlu memikirkan solusi jangka panjang demi menjaga ketahanan pangan di Ranah Minang.

"Saya kira tanam serentak ini bisa kita akali dengan membuat regulasi soal kapan masa tanam dilakukan sehingga Bulog juga bisa memantau daerah penghasil padi," ujar dia.

Dalam rentang Februari hingga April 2025 atau selama periode serapan 1.400 ton beras, Bulog setempat juga menerima sejumlah masukan dari petani terutama mengenai kebijakan serapan beras nasional.

"Petani yang kita datangi ini sangat senang dan berharap serapan beras ini terus berlanjut," ujar dia.

Terkait cadangan beras di Gudang Bulog Sumbar per Selasa (15/4) pagi berada pada angka 16.200 ton. Pasokan tersebut masih bisa mencukupi kebutuhan masyarakat selama empat bulan ke depan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumbar Ferdinal Asmin mengatakan hingga saat ini produksi padi di daerah tersebut masih aman dan tercukupi.

"Rata-rata produksi padi per bulan itu 100 ribu ton dan puncaknya bisa mencapai 150 ribu ton," sebut Ferdinal.

Artinya, kata dia, kebutuhan beras untuk seluruh wilayah di Sumbar masih tercukupi kecuali untuk Kabupaten Kepulauan Mentawai yang bukan sentra gabah. Namun, untuk tetap menjaga pasokan dan stabilitas harga beras peningkatan indeks pertanaman harus lebih ditingkatkan. Saat ini rata-rata indeks pertanaman Sumbar berada pada angka 1,6.

"Indeks pertanaman kita 1,6 artinya dalam setahun petani itu panen tiga kali dalam dua tahun. Harapannya indeks ini bisa ditingkatkan lagi," sebut dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

45 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.