IEA: Lebih dari Separuh Listrik Dunia Akan Dihasilkan Oleh Sumber Rendah Emisi Sebelum 2030
📅 Kamis, 17 Okt 2024, 00:03 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: ANTARA/REUTERS/Isabel Kua
PARIS - Badan Energi Internasional atauInternational Energy Agency (IEA) pada hari Rabu (16/10), mengatakan, lebih dari separuh listrik dunia akan dihasilkan oleh sumber rendah emisi sebelum tahun 2030, tetapi penyebaran energi bersih "jauh dari seragam" di seluruh dunia.
"Permintaan minyak, gas, dan batu bara masih diproyeksikan akan mencapai puncaknya pada akhir dekade ini, yang mungkin menciptakan surplus bahan bakar fosil," kata IEA dalam Prospek Energi Dunia tahunannya.
"Dalam sejarah energi, kita telah menyaksikan Era Batubara dan Era Minyak," kata Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol.
"Kita sekarang bergerak cepat menuju Era Listrik, yang akan menentukan sistem energi global di masa depan dan semakin didasarkan pada sumber listrik yang bersih," katanya.
Dikutip dari Barron, laporan itu mengatakan energi bersih "memasuki sistem energi pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya" dengan penambahan kapasitas energi terbarukan sebesar 560 gigawatt (GW) pada tahun 2023.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hampir 2 triliun dollar AS dalam investasi mengalir ke proyek energi bersih setiap tahun, hampir dua kali lipat jumlah yang dihabiskan untuk pasokan bahan bakar fosil, menurut badan yang berpusat di Paris tersebut.
"Bersama dengan tenaga nuklir, yang menjadi subjek minat baru di banyak negara, sumber rendah emisi akan menghasilkan lebih dari separuh listrik dunia sebelum tahun 2030," katanya.
Namun IEA mencatat bahwa penerapan energi bersih "jauh dari seragam di seluruh teknologi dan negara".
Sebaiknya Anda baca juga:
Meningkatnya kebutuhan akan listrik didorong oleh industri, kendaraan listrik, pendingin udara, dan pusat data yang terkait dengan lonjakan kecerdasan buatan.
Meskipun "momentum yang berkembang di balik transisi energi bersih", IEA mengatakan dunia "masih jauh dari lintasan yang selaras" dengan tujuannya untuk menjadi netral karbon pada tahun 2050.
Target emisi nol bersih sangat penting untuk memenuhi tujuan Perjanjian Paris dalam membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius dari tingkat pra-industri.
Laporan IEA muncul sebulan sebelum Azerbaijan menjadi tuan rumah konferensi iklim tahunan PBB, Conference of the Parties to the United Nations Framework Convention on Climate Change (COP29 UNFCCC), di Baku, dari 11 November hingga 22 November.
Pada COP28 di Dubai tahun lalu, negara-negara berjanji untuk melipatgandakan kapasitas energi terbarukan pada tahun 2030. Mereka juga berjanji untuk beralih dari bahan bakar fosil.
IEA mengatakan, kapasitas pembangkit listrik terbarukan akan meningkat dari 4.250 GW saat ini menjadi hampir 10.000 GW pada tahun 2030 karena biaya untuk sebagian besar teknologi bersih sedang turun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!