Ibu Wajib Tahu, Kekurangan Zat Besi Dapat Ganggu Psikomotor dan Daya Pikir Anak
📅 Senin, 17 Mar 2025, 18:45 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Dok. SGM Eksplor
JAKARTA – Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan 1 dari 3 anak Indonesia berisiko kekurangan zat besi.Padahal tidak hanya DHA, zat besi juga salah satu nutrisi yang wajib untuk dipenuhi guna mendukung daya pikir yang optimal.
Meskipun begitu, masih banyak orang tua yang tidak menyadari dampak buruk apabila anak kekurangan zat besi. Sebuah survei menunjukkan bahwa 50 persen ibu tidak tahu bahwa kekurangan zat besi dapat berdampak pada kepintaran anak.
Dr. dr. Dian Novita Chandra, M.Gizi, seorang dokter gizi medik mengatakan, perkembangan otak anak sangat tergantung pada asupan nutrisi yang dikonsumsi. Selain DHA, zat besi juga merupakan salah satu mikro nutrisi penting yang harus terpenuhi pada masa 5 tahun pertama kehidupan anak untuk mengoptimalkan kepintarannya terutama fokus dan memori belajar.
“Maka dari itu, orang tua harus mewaspadai kekurangan zat besi pada anak, karena kondisi tersebut dapat menghambat perkembangan psikomotor dan mengganggu daya pikir anak,” ujar dia dalam acara “Optimalkan Zat Besi si Kecil, Dukung Kepintaran Generasi Muda,” di Jakarta pada Senin (17/3).
Permasalahan kekurangan zat besi pada anak harus menjadi perhatian serius berbagai pihak. Penelitian terbaru the South East Asian Nutrition Survey II Indonesia (SEANUTS II) menunjukkan bahwa sebagian besar anak Indonesia tidak memenuhi asupan Zat Besi yang direkomendasikan, dimana rata-rata konsumsi asupan zat besi anak Indonesia hanya 65,8 persen dari Angka Kebutuhan Gizi (AKG) yang disarankan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dian menerangkan, untuk memenuhi asupan zat besi yang optimal, dapat dilakukan dengan memberikan asupan gizi seimbang yang banyak bersumber dari protein hewani yang kaya Zat Besi. Selain itu, untuk memaksimalkan penyerapan Zat Besi dalam tubuh, juga dibutuhkan Vitamin C.
“Dalam memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak, bisa juga dipertimbangkan untuk melengkapinya dengan sumber nutrisi yang difortifikasi, seperti susu pertumbuhan yang dilengkapi dengan Zat Besi dan Vitamin C. Konsumsi zat besi yang disertai dengan vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi hingga 2x lipat,” jelasnya.
Lebih lanjut Dian menjelaskan, studi menunjukkan bahwa berdasarkan perbandingan Nilai Gizi yang tercantum pada kemasan, susu pertumbuhan terfortifikasi memiliki kandungan nutrisi penting yang lebih banyak seperti Zat Besi, Vitamin C, DHA, Minyak Ikan, dibanding susu cair yang beredar di pasaran.,
Sebaiknya Anda baca juga:
Terlebih lagi, pemberian susu pertumbuhan terfortifikasi pada anak usia 1-3 tahun terbukti bantu penuhi kebutuhan zat besi harian anak sesuai angka kecukupan gizi (AKG) lebih baik. Oleh karena itu, orang tua harus bijak memilih susu pertumbuhan yang terfortifikasi nutrisi penting seperti Zat Besi dan Vitamin C untuk penyerapan zat besi optimal.
“Selain itu, orang tua juga perlu untuk melakukan skrining faktor risiko kurang zat besi secara rutin sebagai salah satu upaya penting untuk pencegahan dan deteksi dini masalah kekurangan zat besi anak,” ungkapnya.
Produk Susu dengan Zat Besi
Mengingat pentingnya kebutuhan zat besi harian anak harus dapat dilengkapi dengan optimal, SGM Eksplor terus berkomitmen untuk berinovasi melalui produk bernutrisi berkualitas dan mudah diakses masyarakat Indonesia.
Sebagai susu pertumbuhan, SGM Eksplor hadir dengan inovasi nutrisi, diklaim satu-satunya produk yang mengandung IronC kombinasi unik Zat Besi & Vitamin C, yang teruji bantu penyerapan Zat Besi dua kali lipat, serta dilengkapi dengan nutrisi penting lainnya seperti DHA, untuk dukung kepintaran si kecil.
Brand Manager SGM Eksplor Amir Aziz, mengatakan, SGM Eksplor hadir sebagai satu-satunya susu pertumbuhan yang mengandung IronC, kombinasi unik Zat Besi dan vitamin C untuk penyerapan zat besi 2 kali lipat. Inovasi nutrisi ini merupakan salah satu bentuk komitmen untuk mendukung pemenuhan asupan zat besi yang optimal bagi anak Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!