Tendang Dada Lawan, Hilmi Gimnastiar Disanksi PSSI Jatim Larangan Aktif dalam Sepak Bola Seumur Hidup
📅 Selasa, 06 Jan 2026, 16:54 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Naufal Ammar Imaduddin
SURABAYA - Komite Disiplin (Komdis) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup kepada pemain Putra Jaya Pasuruan Muh. Hilmi Gimnastiar atas tindakan kekerasan terhadap pemain Perseta 1970 Tulungagung di ajang Liga 4 Jatim.
Ketua Komdis Asprov PSSI Jawa Timur Samiadji Makin Rahmat, mengatakan sanksi berat dijatuhkan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan dan menilai perbuatannya termasuk pelanggaran serius terhadap Kode Disiplin PSSI.
“Perbuatan menendang pemain lawan yang mengakibatkan luka parah merupakan tindakan kekerasan dan pelanggaran berat, sehingga Komdis menjatuhkan hukuman tambahan berupa larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup,” kata Makin saat di hubungi Antara melalui telepon selular di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (6/1).
Insiden tersebut, kata dia, terjadi pada pertandingan babak 32 besar Grup CC Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026 antara Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, pada Senin (5/1).
Ia menjelaskan, dalam putusan Komdis PSSI Jatim menyatakan Muh. Hilmi Gimnastiar terbukti melakukan pelanggaran Pasal 48 juncto Pasal 49 Kode Disiplin PSSI setelah menendang pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha Ardhiansyah, hingga menyebabkan korban mengalami luka parah pada bagian dada.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain larangan beraktivitas seumur hidup, Komdis PSSI Jatim juga menjatuhkan sanksi denda sebesar 2,5 juta rupiah kepada pemain Putra Jaya Pasuruan tersebut sesuai ketentuan Pasal 78 Kode Disiplin PSSI.
Makin menegaskan, keputusan tersebut diambil tidak hanya untuk memberikan efek jera kepada pelaku, tetapi juga sebagai pembelajaran bagi seluruh pemain agar tidak melakukan tindakan serupa di lapangan.
“Komdis berharap keputusan ini menjadi pelajaran bagi seluruh insan sepak bola Jawa Timur untuk menjunjung tinggi sportivitas dan keselamatan pemain,” ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Komdis PSSI Jatim juga menyatakan, terhadap putusan tersebut masih terbuka upaya banding sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku dalam Kode Disiplin PSSI.
Meskipun demikian, ia berharap agar kejadian tersebut tidak terulang kembali karena hal tersebut bisa mencederai permainan fair play dalam sepak bola.
"Hukuman itu juga kami putuskan agar tidak ada pemain lainnya yang meremehkan dengan melakukan tindakan yang sama, ini sepak bola bukan bela diri," ujarnya. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (1)
06 Jan 2026, 17:10 WIB.
Mentalnya msh liga tarkam kok main di liga propinsi, udah bener tuh dilarang main seumur hidup.
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!