Hilangnya Tulisan Tandai Zaman Kegelapan
📅 Rabu, 04 Okt 2023, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: AFP / MINISTRY OF CULTURE
Peradaban Yunani yang gemilang pernah mengalami keruntuhan sepanjang 12.000 SM hingga 8.000 SM. Pada periode setelah runtuhnya peradaban Mycenaeanitu, tidak ditemukan adanya peninggalan tulisan, terjadi penurunan produksi pertanian, dan populasi, sehingga disebut Zaman Kegelapan.
Zaman kegelapan dalam peradaban barat bukan hanya terjadi pada abad pertengahan antara abad ke-5 hingga ke-14. Pada era 1200 hingga 800 sebelum masehi (SM) di Yunani pernah terjadi abad kegelapan.
Abad kegelapan Yunani mulai terjadi setelah runtuhnya zaman perunggu ketika peradaban mycenaean jatuh dan sistem penulisan linear B hilang. Tidak ada catatan tertulis kontemporer mengenai era tersebut sehingga disebut gelap.
Pada masa peradaban Mycenaean (1700-1100 SM) dan peradaban Minoan sebelumnya (2000-1450 SM) keduanya membangun istana-istana besar di pusat-pusat kota termasuk Tiryns, Pylos, Mycenae, dan Minoan Knossos. Mereka mengatur perdagangan dan mendukung juru tulis yang membuat akun dan mencatat perkembangan kebudayaan.
Bangsa Mycenean lalu menggantikan bangsa Minoa sebagai kekuatan utama di Mediterania. Ketika dua peradaban itu runtuh, kelas atas yang melek huruf lenyap bersama dengan sistem sosio-ekonomi yang mereka ciptakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Cendekiawan Christopher Scarre dan Brian M Fagan dalam buku Ancient Civilizations (2008) mengatakan teori-teori terkini tentang zaman kegelapan tidak merujuk pada penggantian besar-besaran penduduk Yunani, namun karena sirnanya masyarakat Mycenaean akibat jatuhnya kaum bangsawan, istana-istana dan tablet-tablet tanah liat mereka. Yang tersisa adalah penduduk desa dan petani yang tidak berpendidikan dan mereka hanya meninggalkan tradisi lisan dan ekonomi pertanian desa.
Sebelum runtuh, bangsa Mycenaeanmendirikan lebih dari 100 pusat kota di seluruh Yunani dan Anatolia. Kota-kota itu terhubung secara budaya bahkan politik. Struktur sosialnya tidak jelas, namun diketahui bahwa istana menjalankan perekonomiannya sendiri berdasarkan barang-barang mewah sedangkan fondasi ekonomi desa di sekitarnya adalah pertanian.
Kekayaan istana kontras dengan kekayaan desa yang masyarakatnya tinggal di rumah-rumah bata lumpur yang dibangun di atas pondasi batu tanpa hiasan. Karena kurangnya catatan apa pun, tidak diketahui seberapa makmur desa-desa tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sampai saat ini, runtuhnya zaman perunggu adalah istilah modern untuk kemunduran peradaban yang meluas dan cepat di Mediterania dan Timur Dekat mulai 1200 SM. Penyebab keruntuhan tersebut antara lain, bencana alam (gempa bumi), perubahan iklim (menyebabkan kekeringan dan kelaparan), pemberontakan internal, invasi dan gangguan hubungan dagang dan runtuhnya sistem yang mengakibatkan ketidakstabilan politik.
Runtuhnya peradaban Mycenaeankarena sebab-sebab tersebut menyebabkan zaman kegelapan Yunani. Ketidakstabilan politik mungkin disebabkan oleh perang kelas antara masyarakat desa dan masyarakat istana mengenai distribusi kekayaan yang tidak adil, meskipun klaim ini bersifat spekulatif.
Perubahan iklim dan bencana alam, serta invasi masyarakat laut seperti Het dan Mesir juga kemungkinan berperan penting dalam jatuhnya atau kemunduran peradaban Yunani.
Keserakahan
Sarjana Bettany Hughes dalam Cities that Shaped the Ancient World menulis bahwa keserakahan yang mendorong perang dan sebagai penyebab utama keruntuhan Mycenaean.
"Kota ini melahirkan semacam peradaban mandiri dan menjelma menjadi paradoks yang merusak diri sendiri tentang arti beradab. Keinginan mendesak untuk mendapatkan lebih banyak, atas apa yang tidak kita miliki," ucap Hughes.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!