Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berpotensi Menguat Terbatas, Senin 1 September 2025

📅 Senin, 01 Sep 2025, 08:45 WIB | Oleh:
Berpotensi Menguat Terbatas, Senin 1 September 2025 Doc: istimewa

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ber­potensi menguat, hari ini (1/9), setelah sempat terpuruk akhir pekan lalu seiring meningkatnya eskalasi demon­strasi di Jakarta dan sejumlah daerah lain di Indonesia. Pe­luang menguat makin terbuka jika kondisi di dalam negeri awal pekan ini kondusif.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memproyeksikan IHSG da­lam perdagangan, Senin (1/9), menguat atau rebound dalam jangka pendek dengan support 7.800 dan resistance 7.909. Penguatan didorong oleh rilis data neraca dagang dan inflasi Indonesia, serta pergerakan ni­lai tukar rupiah. Namun, dirinya memperingatkan investor juga masih akan mencermati situasi dalam negeri saat ini.

Sebelumnya, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (29/8) sore, ditutup melemah 121,60 poin atau 1,53 persen ke posisi 7.830,49 di tengah pelaku pasar mencermati data inflasi Amerika Serikat (AS). Sementara, kelompok 45 sa­ham unggulan atau indeks LQ45 turun 14,45 poin atau 1,78 persen ke posisi 797,12.

“Pelaku pasar cenderung menantikan rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) Prices AS,” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Ja­karta.

Dari mancanegara, pelaku pasar tengah menantikan data inflasi PCE Prices AS pada Jumat (29/8), untuk men­dapatkan panduan lebih lanjut, seiring data itu akan mem­berikan arah terbaru lebih lanjut terkait kebijakan moneter The Fed.

Dengan data tersebut, pelaku pasar mencari arah kepas­tian bank sentral AS The Fed dalam memangkas suku bu­nga acuannya ke depan.

Gubernur Fed Christopher Waller memberikan du­kungan terhadap penurunan suku bunga pada September 2025 dan sepenuhnya mengharapkan penurunan tam­bahan akan menyusul untuk membawa kebijakan lebih de­kat ke posisi netral.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

30 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.