Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hati-hati Menginjakkan Kaki di Sawah Daerah Indramayu, Sudah Dilepasi Ular-ular

📅 Minggu, 17 Agu 2025, 15:53 WIB | Oleh:
Hati-hati Menginjakkan Kaki di Sawah Daerah Indramayu, Sudah Dilepasi Ular-ular Doc: ist
Ket. ular

INDRAMAYU -  Mungkin ular yang dilepas di sawah daerah Indramayu diklaim tidak berbisa. Namun yang namanya ular, ya tetap menakutkan. Bupati Indramayu, Jawa Barat, Lucky Hakim bersama kelompok tani melepasliarkan ular, biawak dan burung hantu di areal persawahan di Indramayu, Jawa Barat, sebagai upaya menekan serangan hama tikus yang merugikan petani.

Lucky dalam keterangannya di Indramayu, Minggu, mengatakan pelepasan predator alami itu dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem di area sawah. “Ular yang dilepas jumlahnya 200 ekor, burung hantu 10 ekor dan biawak sekitar 20 ekor. Harapannya keseimbangan rantai makanan di sawah bisa membaik,” katanya.

Ia menjelaskan pelepasan ular dilakukan dalam jumlah lebih banyak karena hewan itu mampu bersembunyi di lubang-lubang tanah, yang menjadi tempat tikus berkembang biak. “Kalau burung hantu berburu pada malam hari, ular bisa masuk ke lubang tikus. Jadi saling melengkapi,” ujarnya.

Menurut Lucky, satwa liar seperti ular, biawak dan burung hantu dulunya banyak dijumpai di Indramayu. Namun populasinya berkurang karena sering ditangkap warga. Padahal, kata dia, satwa tersebut merupakan bagian penting dari rantai makanan yang berperan menjaga keseimbangan ekosistem sawah.

Ia memastikan ular yang dilepas berjenis tidak berbisa dengan warna kuning kecokelatan. Oleh karena itu petani diimbau tidak membunuh ular bila menemukan di sawah. “Kalau ketemu cukup diusir saja, jangan dibunuh. Karena keberadaannya sangat membantu mengurangi tikus,” katanya.

Hariono, seorang petani setempat, menyampaikan serangan hama tikus saat ini sangat parah hingga membuat sebagian petani terpaksa menanam ulang padi. Dia menilai upaya pemberantasan menggunakan racun maupun perangkap, selama ini kurang berhasil karena tikus jarang memakan umpan.

“Dengan adanya pelepasan ular dan burung hantu, kami berharap hama bisa berkurang dan hasil panen lebih aman,” tutur Hariono.

 Semoga misi binatang-binatang yang dilepas itu berhasil. Mereka diharapkan dapat mengendalikan hama tikus di sawah yang sudah tak terkendali. Jangan juga mematuk petaninya. Ular-ular di sawah kan tidak terlihat. Jadi jangan sampai terinjak. Karena mereka bisa mematuk, tapi katanya tidak berbisa. Mau coba? Berani?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

38 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.