Harimau Sumatra Berkeliaran Terekam Kamera Ponsel di Aceh Timur, Warga Resah
📅 Selasa, 25 Nov 2025, 08:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
ACEH TIMUR - Kemunculan harimau sumatra di Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, terekam dalam video warga dan memperlihatkan seorang pawang berusaha mengalihkan arah satwa dilindungi tersebut.
Keuchik Sijudo Hamidan di Aceh Timur, Senin (24/11), mengatakan kemunculan harimau tersebut berulang kali ini membuat kondisi masyarakat tidak lagi kondusif.
"Sudah hampir seminggu harimau ini berkeliaran. Tidak ada satu pun pihak yang turun. Apakah harus ada korban dulu baru ditangani," ujarnya dengan nada kecewa.
Keresahan semakin meningkat setelah beredar video memperlihatkan seekor harimau berjalan keluar dari semak menuju jalan lintas yang biasa dilalui warga.
Dalam video tersebut, harimau tampak terlihat jelas, dan menurut keterangan warga, satwa itu juga nyaris mengenai seorang pengendara motor yang kebetulan melintas tidak lama sebelumnya.
Video tersebut kemudian viral di sejumlah platform media sosial lokal, termasuk akun publik daerah Aceh Timur, yang memperlihatkan jelas situasi jalan desa dengan latar pepohonan rapat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keberadaan harimau hanya beberapa meter dari permukaan jalan. Rekaman ini memperkuat kekhawatiran warga bahwa satwa liar tersebut semakin berani mendekati wilayah pemukiman.
Seorang pawang harimau lokal turun ke lokasi untuk melakukan pengalihan satwa tersebut dengan mengarahkan harimau agar bisa kembali ke dalam hutan agar tidak mengancam keselamatan warga.
Beberapa warga menyaksikan langsung proses tersebut dan berharap langkah pawang dapat mencegah harimau semakin sering memasuki kawasan desa. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal karena harimau masih terlihat di sekitar kawasan hutan di daerah tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hamidan mengatakan warga menghentikan aktivitas berkebun dan memilih berdiam di rumah. Pada malam hari, desa tampak gelap karena tidak ada penduduk yang berani bergerak di luar.
"Warga takut. Anak-anak tidak boleh keluar rumah. Malam hari kampung sunyi total. Semua hanya bisa berjaga di dalam rumah," katanya.
Hamidan menyebut bahwa penyebab utama turunnya harimau ke permukiman adalah menyempitnya habitat satwa akibat pembabatan hutan di kawasan perbukitan sekitar desa.
"Hutan di sekitar Sijudo hampir habis dibabat pengusaha. Harimau kehilangan tempat hidupnya dan turun ke kampung. Yang menanggung risikonya masyarakat," ujarnya.
Ia mengatakan warga sebenarnya mampu melakukan tindakan darurat untuk menghalau harimau, tetapi takut terjerat masalah hukum mengingat harimau Sumatera termasuk satwa yang dilindungi negara.
"Kalau tidak melanggar hukum, mungkin kami sudah mengusirnya. Tapi nanti masyarakat yang disalahkan. Keselamatan warga sendiri tidak ada yang peduli," kata dia.
Hamidan mendesak BKSDA Aceh, pemerintah daerah, serta pihak keamanan untuk segera menangani situasi tersebut sebelum terjadi insiden yang tidak diinginkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!