Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hadapi El Nino, Pemerintah Perkuat Cadangan Pangan Pusat dan Daerah

📅 Sabtu, 04 Apr 2026, 10:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Hadapi El Nino, Pemerintah Perkuat Cadangan Pangan Pusat dan Daerah Doc: istimewa
Ket. Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif sejak dini, khususnya melalui penguatan sektor produksi dan dukungan sarana prasarana pertanian

JAKARTA – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan cadangan pangan nasional kian kokoh dalam menghadapi potensi dampak fenomena El Nino melalui penguatan cadangan pangan yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga kemandirian pangan nasional melalui peningkatan produksi dalam negeri serta kesiapan cadangan pangan yang merata di seluruh wilayah.

Penguatan cadangan pangan tersebut dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan produksi hingga optimalisasi distribusi dan pengelolaan cadangan di berbagai tingkatan wilayah, sehingga tidak hanya memperkuat kesiapan nasional, tetapi juga menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah potensi gangguan iklim.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif sejak dini, khususnya melalui penguatan sektor produksi dan dukungan sarana prasarana pertanian.

“Beliau (Kepala Badan Pangan Nasional) sudah memerintahkan ke seluruh jajarannya bagaimana penyiapan pupuk, pendistribusian pupuk, sekaligus juga peningkatan luas tambah tanam (LTT). Ini sudah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir,” ujar Ketut dalam talkshow Indonesia Kita pada Kamis (2/4).

“Kita sudah punya pengalaman di 2023-2024, kita mengalami juga El Nino yang tinggi. Pak Kepala Badan sudah pengalaman juga bagaimana menyikapi itu. Sehingga harapan kita, walaupun akan ada El Nino, kita sudah memiliki langkah-langkah mitigasi dan antisipasi,” lanjutnya.

Menurutnya, penguatan sistem pangan tidak hanya bertumpu pada pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan produksi dan ketersediaan pangan.

“Tidak mungkin bekerja sendirian. Kita mengharapkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, untuk meningkatkan LTT, distribusi pupuk, benih, dan berbagai dukungan lainnya,” jelasnya.

Selain aspek produksi, penguatan cadangan pangan menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas pasokan, terutama dalam menghadapi ketidakpastian iklim.

“Cadangan pangan tidak hanya disiapkan oleh pemerintah pusat, tetapi pemerintah daerah juga wajib memiliki cadangan pangan. Ini akan memeratakan stok dan memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi kondisi apapun,” tambahnya.

Berdasarkan data per 2 April 2026, Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) menunjukkan kondisi yang relatif kuat, khususnya untuk komoditas strategis. Stok beras tercatat mencapai sekitar 4,4 juta ton, yang setara dengan 169 persen terhadap kebutuhan bulanan nasional, sehingga memberikan ruang yang memadai dalam menjaga kesinambungan pasokan dan stabilitas harga. Sementara itu, komoditas lain seperti jagung 168 ribu ton, gula konsumsi 49 ribu ton, serta minyak goreng 121 ribu kiloliter juga menunjukkan ketersediaan yang cukup untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

Penguatan cadangan pangan juga dilakukan hingga ke tingkat daerah. Data menunjukkan bahwa Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) kabupaten/kota telah mencapai 14.169,03 ton yang tersebar di 322 daerah. Pelaksanaan CPPD yang menjangkau berbagai wilayah ini semakin memperkuat ketahanan pasokan di tingkat lokal sekaligus mempercepat respons terhadap potensi gangguan distribusi.

Dari sisi capaian wilayah, kabupaten/kota di Jawa Barat mencatatkan jumlah cadangan terbesar dengan 2.790,9 ton, disusul oleh Banten sebesar 2.007,25 ton, yang menunjukkan semakin kuatnya kapasitas daerah dalam mendukung penguatan cadangan pangan secara lebih merata.

Pada level provinsi, Cadangan Beras Pemerintah Provinsi (CBPP) secara nasional tercatat mencapai 7.561,23 ton, dengan 33 provinsi telah memiliki regulasi dan mekanisme pengelolaan cadangan beras pemerintah provinsi.

Jumlah cadangan terbesar tercatat di Jawa Barat dengan 2.626,94 ton, diikuti oleh Jawa Timur sebesar 825,36 ton, yang mencerminkan semakin kuatnya peran pemerintah daerah dalam memperkuat cadangan pangan nasional melalui pengelolaan cadangan yang terencana dan terkoordinasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

16 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.