Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Guru Penggerak dan SIPLah Jawab Keengganan Menjadi Kepala Sekolah

📅 Minggu, 16 Apr 2023, 19:10 WIB | Oleh:
Guru Penggerak dan SIPLah Jawab Keengganan Menjadi Kepala Sekolah Doc: istimewa
Ket. Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Mendo Barat, Bangka Belitung, Sri Wantoro, saat berdiskusi dengan murid terkait pembelajaran.

Pagi itu, di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Mendo Barat, Bangka Belitung, Sri Wantoro yang sudah 20 tahun mengajar siap memulai hari seperti biasa. Para murid sudah berdatangan. Mereka berbincang, membaca buku pelajaran hari itu, dan ada juga yang masih terlihat mengantuk.

Suasana tenang sekolah tiba-tiba pecah. Dari jauh terdengar bunyi knalpot motor nyaring sekali sampai memekakkan telinga. Sebagai Kepala Sekolah, Sri segera menuju sumber suara untuk memeriksa keadaan. Didapatilah seorang murid sedang memarkirkan motor berknalpot racing.

Sri Wantoro merupakan guru lulusan program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) angkatan keempat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Sebelum mengikuti program tersebut, Sri cenderung menegur murid, menghukum mereka agar jera, dan mengingatkan mereka dengan tegas konsekuensi dari pelanggaran aturan sekolah, seperti pemanggilan orang tua sampai pada skorsing hingga dikeluarkan dari sekolah.

Namun pagi itu, ia tidak marah dan tetap tersenyum ramah. Dia hanya meminta kunci motor murid dan memintanya untuk ke kelas mengikuti pelajaran. Ia tetap memotivasi murid tersebut untuk semangat dan tekun mengikuti pelajaran.

"Hanya saja, saya meminta anak tersebut untuk pulang bersama dengan saya meninggalkan sekolah," ujar Sri Wantoro kepada Koran Jakarta, Minggu (16/4).

Saat pulang sekolah, Sri Wantoro mendapati murid tersebut gelisah karena sudah tertinggal pulang dari rekan-rekan lainnya. Dengan tersenyum, dia mendekat dan berkata, "Besok mau pulang bareng Bapak lagi?"

"Tidak, Pak," jawab anak tersebut sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Kemudian, Sri Wantoro sedikit meluangkan waktu untuk berkomunikasi. Dia menjelaskan jika warga sekolah dan masyarakat sekitar terganggu dengan suara knalpot tersebut. Keesokan harinya, murid tersebut sudah mengganti knalpot motornya.

"Saya merasa lebih bahagia menjalani profesi sebagai guru ketika sedikit bisa mengubah pola pikir anak tanpa saya harus memosisikan diri sebagai penghukum, membuat orang merasa bersalah, atau sebagai supervisor yang selalu mengingatkan anak dengan aturan sekolah dan konsekuensinya jika dilanggar," jelasnya.

Tindakan Sri Wantoro tersebut merupakan salah satu materi dalam program PGP, yaitu Pembelajaran Sosial Emosional dan memaknai realisasi disiplin dalam dunia pendidikan. Terdapat juga materi-materi lainnya yang mendorong Sri Wantoro dan para Calon Guru Penggerak untuk lebih memahami filosofi pendidikan utamanya sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara.

"Pembahasan konsep filosofis dan konsep kata 'Menuntun dan Disiplin' mengubah hidup saya dari sisi keyakinan, cara pandang, dan realisasinya dalam ekosistem satuan pendidikan. Menuntun, saya membayangkan seorang yang sedang mengajari anak-anak mereka untuk berdiri belajar berjalan. Seperti itulah anak-anak belajar untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari guru-guru mereka," katanya.

Krisis Kepemimpinan

Program Guru Penggerak merupakan episode ke-5 Merdeka Belajar. Salah satu program itu bertujuan untuk melahirkan para pemimpin di sektor pendidikan. Adapun target program tersebut terdapat 405 ribu Guru Pengerak pada tahun 2024.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menyebut Guru Penggerak mampu memberikan perubahan besar bagi dunia pendidikan. Ujung tombak transformasi pendidikan melalui Merdeka Belajar sepenuhnya berada pada guru dan kepala sekolah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.